Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Punya AI Pesaing ChatGPT tapi Masih Disimpan Erat
    Insight News

    Google Punya AI Pesaing ChatGPT tapi Masih Disimpan Erat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2022Updated:28 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – ChatGPT, sebuah chatbot AI yang dikembangkan oleh OpenAI belakangan menjadi viral karena dapat memberikan jawaban langsung dan akurat manusia yang bertanya.

    Tampaknya ini menjadi suatu peringatan bagi Google. Seorang eksekutif Google yang berbicara dengan Times mengatakan chatbot AI seperti ChatGPT dapat menjungkirbalikkan bisnis raksasa pencarian seperti mereka.

    Apalagi Google sangat bergantung pada iklan dan e-commerce yang ditemukan di Google Search. Dalam memo dan rekaman audio yang diperoleh Times, publikasi tersebut mengatakan CEO Sundar Pichai telah mengadakan pertemuan untuk menentukan strategi AI Google.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bos Google juga telah membuat banyak tim di dalam perusahaan bekerja lebih serius untuk menanggapi ancaman yang ditimbulkan oleh ChatGPT, demikian dikutip dari Cnet, Rabu (28/12/2022).

    Google tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    ChatGPT adalah chatbot AI yang menggunakan data tersedia yang ditemukan secara online untuk memberikan jawaban percakapan kepada pengguna atas segala pertanyaan.

    Ia tidak berbentuk seperti Google Search, yang menjelajahi internet untuk mencari jawaban potensial dan memberi orang tautan yang harus mereka baca sendiri.

    ChatGPT memberikan jawaban unik dan baru yang belum pernah ditulis oleh manusia sebelumnya. Misalnya, seseorang dapat meminta ChatGPT untuk menulis haiku tentang pikachu yang memakan SPAM musubi dan ChatGPT akan memberikan jawaban yang tepat.

    Google telah secara agresif membangun teknologi AI-nya sendiri, namun lambat untuk merilisnya ke publik. Sebagian alasannya adalah jawaban didasarkan pada data buatan manusia yang saat ini tersedia secara online. Itu berarti rasisme, bias, dan misinformasi dapat masuk ke dalam model pembelajaran chatbot, memberikan jawaban yang tidak menyenangkan.

    Itu sebabnya Microsoft harus buru-buru menarik AI chatbot offline pada tahun 2016 tak lama setelah diperkenalkan. Induk Facebook Meta juga memperkenalkan chatbot, tetapi malah memberikan jawaban yang rasis.

    Untuk saat ini, Google terus mengandalkan bisnis pencariannya, yang menghasilkan uang melalui iklan dan penjualan ecommerce yang menyumbang hampir 80% dari pendapatannya pada kuartal terakhir.

    Karena chatbot bertujuan untuk memberikan jawaban dalam bahasa alami, mungkin akan lebih sulit untuk mengintegrasikan iklan. Tidak hanya itu, pemrosesan yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang dapat dipercaya dengan menggunakan kumpulan data yang sangat besar bisa menjadi mahal. Perkiraan soal ChatGPT, OpenAI disebut menghabiskan US$ 3 juta per bulan pada platform yang saat ini masih dalam versi beta.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Awas Penasaran! Jangan Coba Tanyakan Hal Ngawur Ini ke Google

    (dem/dem)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.