Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Bikin Langganan Lewat Apps Lebih Mahal, RI Rugi Besar
    Insight News

    Google Bikin Langganan Lewat Apps Lebih Mahal, RI Rugi Besar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 September 2022Updated:21 September 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google mewajibkan penggunaan sistem Google Pay Billing (GPB) pada aplikasi tertentu. GPB merupakan sistem pembelian produk atau layanan di dalam aplikasi atau in-app purchase.

    Aturan ini yang akhirnya membuat para pengembang harus menerapkan harga berbeda antara website dan aplikasi. Menurut perwakilan perusahaan teknologi Indonesia, para pemain harus membuat dua sistem harga, yakni harga di website dan harga di aplikasi yang lebih mahal 30 persen.

    “Akhirnya para player bikin dua sistem harga. Harga di website dan harga di Aplikasi. Harga di web tetap sama, tapi di apps kita naikin 30 persen. Tapi karena Indonesia itu mobile first, jadi ya signifikan dampaknya,” ujar sumber tersebut kepada CNBC Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bahkan, para pemain dilarang mengarahkan pengguna di aplikasi agar melakukan transaksi lewat website, karena kebijakan dari Gogole yang tidak memperbolehkan memberikan link apapun di aplikasi yang ada di Play Store.

    Kebijakan dari Google ini dinilai membuat pengguna bingung dan dirugikan karena harus membayar biaya lebih yang seharusnya tidak mereka bayar.

    “Jadi yang bisa dilakukan cuma bilang, contoh, kalau mau lebih murah bayarnya di website, sudah gitu doang ga boleh ada link apapun,” kata dia.

    Aturan ini menimbulkan permasalahan baru ke perusahaan teknologi yang fokus menyediakan layanannya lewat aplikasi. 

    “Kalau gini kan dari sisi user ngebingungin ya. Loh kok web lebih murah, terus kalau masuk web, experience-nya juga berubah banget. Sehingga pada akhirnya terjadi drop off lost transaction,” imbuhnya.

    Menurutnya, sesuai yang disampaikan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), kebijakan Google ini sudah masuk tahap monopoli. Mereka menggunakan kekuatan pasar yang mereka miliki untuk memaksa suatu aturan yang tidak lazim.

    Beberapa waktu lalu, Indonesia masuk ke dalam daftar negara yang Google berikan alternatif pembayaran langsung di luar ekosistem Google.

    Jika dilihat, sistem tersebut tetap mereka menarik biaya tambahan di setiap transaksi. Para penyedia aplikasi dibolehkan menggunakan alternatif pembayaran, tapi mesti membayar lagi fee ke Google dengan persenan yang sudah ditetapkan, dikurangi 4%.

    “Jadi kalau kita masuk kategori 15% kita bayarnya jadi 11%, kalau kita bayar 30% jadi 26%. Dimana kalau 26% ditambah payment gateaway tambah biaya lain-lain itu mungkin udah 28-29%. Jadi tetap mencekik,” ungkapnya.

    “Ya itu akal-akalan an mereka supaya seolah-olah mereka memberikan alternatif. Mereka memberikan alternatif tapi tetap mengikat kita, ya sama aja.”

    Google telah merilis pernyataan soal langkah KPPU membuka penyelidikan atas aktivitas bisnis mereka di Indonesia.

    “Kami berharap dapat bekerja sama dengan KPPU untuk menunjukkan bagaimana Google Play telah dan akan terus mendukung para developer Indonesia,” kata perwakilan Google dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, dikutip Minggu (18/9/2022).

    Menurut perwakilan Google, perusahaan memastikan memberikan akses ke berbagai alat untuk pengembang asal Indonesia. Yakni dalam rangka mereka bisa mengembangkan aplikasi serta bisnisnya dan mendukung pengembang bisa terus berkembang.

     

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jika Google Terbukti Lakukan Monopoli, Sanksi Ini Menanti

    (dem)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.