Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gejala Omicron Lebih Ringan, Tapi Lebih Mematikan dari Delta?
    Insight News

    Gejala Omicron Lebih Ringan, Tapi Lebih Mematikan dari Delta?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Februari 2022Updated:5 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan Covid-19 varian Omicron menyebar lebih cepat dibandingkan dengan varian delta. Namun, gejala yang timbul akibat varian ini lebih ringan dibandingkan delta.

    Meski gejala lebih ringan, banyak yang menyebutkan bahwa varian Omicron lebih mematikan dibandingkan varian delta. Benarkah?

    Ternyata hal tersebut tidak benar. Ahli mengungkapkan mengapa Delta lebih mematikan daripada yang dialami pada orang dengan omicron.

    Varian Delta diketahui menimbulkan gejala seperti demam, batuk, sesak nafas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan indera penciuman (anosmia), sakit tenggorokan, muntah, diare, dan hidung tersumbat atau pilek.

    Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengungkapkan hasil studi HKUMed Hong Kong soal laju infeksi serta replikasi di saluran pernafasan dan paru.

    Pada saluran pernafasan atau bronkus, omicron punya laju infeksi dan replikasi 70 kali lebih tinggi dibandingkan Delta dan varian awal.

    “Ini lah kenapa gejala-gejala omicron itu banyaknya berurusan dengan saluran nafas. Apa itu, batuk, nyeri tenggorok, gatal di tenggorok, kemudian hidung tersumbat, pilek atau rinore,” kata Erlina dalam Seminar Daring berjudul “Super-immunity and Implication on New Variant of Covid-19”, beberapa waktu lalu.

    Sementara pada paru, menunjukkan hal sebaliknya. Dilaporkan omicron 10 kali lebih rendah dari varian awal, yang menyebabkan jarang ada gejala sesak napas dan demam tinggi dari pasien yang terinfeksi varian ini.




    Foto: Infografis/Beda Gejala Covid-19 varian Omicron dan Flu Biasa/Aristya Rahadian
    Beda Gejala Covid-19 varian Omicron dan Flu Biasa

    “Inilah yang bisa menjelaskan kenapa gejala-gejala yang melibatkan radang di paru seperti sesak nafas, demam yang tinggi, itu kurang karena memang replikasi di jaringan paru 10 lebih rendah dibandingkan yang lain,” jelas Erlina.

    Pada Desember 2021, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS) melaporkan sejumlah gejala yang ditemui pada omicron.

    Berikut daftarnya:

    Batuk 89%
    fatique 65%
    Hidung tersumbat atau rirone 59%
    Demam 38%
    Mual atau muntah 22%
    Sesak nafas 16%
    Diare 11%
    Anosmia atau ageusia 8%.

    [Dexpert.co.id]

    (dce/dce)



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.