Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gawat! Tanda-tanda Bumi Menuju Kehancuran Ini Muncul di Laut
    Insight News

    Gawat! Tanda-tanda Bumi Menuju Kehancuran Ini Muncul di Laut

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Agustus 2023Updated:6 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perubahan iklim ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu telah menyebabkan peningkatan suhu lautan. Suhu laut dunia bahkan mencetak rekor baru pada akhir bulan lalu, meningkatkan kekhawatiran tentang efek tidak langsung pada iklim planet, kehidupan laut, dan masyarakat pesisir.

    Berdasarkan data observatorium iklim Uni Eropa, suhu permukaan lautan naik menjadi 20,96 derajat Celsius atau setara 69,7 derajat Fahrenheit pada 30 Juli. Naik tipis dari catatan pada 2016 lalu yang berada di level 20,95 derajat Celsius. Sampel yang diuji untuk suhu ini mengecualikan daerah kutub.

    Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), yang menggunakan data berbeda, juga mencatat tren serupa dalam beberapa bulan terakhir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka mencatat rekor suhu permukaan laut rata-rata terjadi pada 4 April tahun ini di level 21,06 Celcius, menyalip catatan tertinggi sebelumnya 21,01 Celcius pada Maret 2016. Pada 1 Agustus, suhu rata-rata berada di level 21,03 Celcius.

    Kalangan ilmuwan, berpendapat, lautan telah menyerap 90% kelebihan panas yang dihasilkan oleh aktivitas manusia sejak awal era industri. Kelebihan panas ini terus terakumulasi sebagai gas rumah kaca, terutama dari pembakaran minyak, gas, dan batu bara, dan menumpuk di atmosfer bumi.

    “Gelombang panas lautan merupakan ancaman langsung bagi beberapa kehidupan laut,” kata Piers Forster dari Pusat Iklim Internasional di Universitas Leeds Inggris, seperti dikutip Minggu (6/8/2023).

    Memanasnya lautan diprediksi memiliki efek lain pada kehidupan tumbuhan dan hewan laut juga, termasuk pada migrasi spesies tertentu dan penyebaran spesies invasif. Hal ini dapat mengancam stok ikan dan dengan demikian merusak ketahanan pangan di bagian dunia tertentu.

    Lautan yang lebih hangat juga kurang mampu menyerap karbon dioksida (CO2), memperkuat lingkaran setan pemanasan global.

    Selain itu suhu yang lebih tinggi kemungkinan akan datang, karena fenomena El Nino, yang cenderung menghangatkan air.

    Para ilmuwan memperkirakan dampak terburuk El Nino saat ini akan dirasakan pada akhir 2023 dan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. “Kami sudah melihat pemutihan karang di Florida sebagai akibat langsung dan saya berharap lebih banyak dampak akan muncul,” ucao Piers.

    (pgr/pgr)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.