Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gawat! Subvarian Omicron BA.2 Lebih Menular
    Insight News

    Gawat! Subvarian Omicron BA.2 Lebih Menular

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Februari 2022Updated:28 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jenis virus Covid – 19 terus berkembang. Bahkan varian Omicron sudah memiliki beberapa jenis ‘anak’ yang dikenal dengan BA.1, BA.1.1, BA.2 dan BA.3.

    Menurut Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggaa, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan bentuk virus Omicron yang dominan di dunia dan Indonesia saat ini adalah BA.1. Namun dalam perkembangan beberapa waktu terakhir jenis BA.2 sudah terlihat banyak dianalisa.

    “Angkanya rata-rata BA.2 dunia mencapai 21,09% dari semua Omicron. jadi satu dari lima Omicron di Dunia sekarang adalah jenis BA.2. Tapi sudah ada beberapa negara yang jenis BA.2 dominan lebih dari 50%,” kata Tjandra dalam keterangan, Senin (28/2/2022).

    Dia mencontohkan negara yang sudah lebih dari 50% seperti Brunei Darusalam, Filipina, Bangladesh, China, India, Nepal, Pakistan.

    “WHO memang menyebutkan prevalensi tertinggi BA.2 diantara keseluruhan terjadi pada daerah WHO Asia Tenggara yaitu 44,7%,” terangnnya.

    Saat ini peneliti masih mempelajari dampak dari varian BA.2. Namun dari penemuan saat ini memang dikenal lebih menular dari BA.1 yang saat ini dominan.

    Namun juga belum ada bukti apakah BA.2 menimbulkan sakit yang berat, lanjut Tjandra. Karena dari hasil publikasi masih belum menunjukan hasil yang solid.

    Hal ini dari hasil data dari Afrika Selatan, Inggris, Denmark yang menunjukan tingkat beratnya sakit sama antara BA.1 dengan BA.2.

    Tapi publikasi pra-cetak 16 Februari 2022 dari Jepang yang berjudul “Virological characteristics of SARS-CoV-2 BA.2 variant” menyebutkan nampaknya BA.2 dapat lebih berat. Uji coba pada binatang memang menunjukkan bahwa BA.2 dapat menimbulkan dampak klinik lebih berat, tetapi ini pada binatang percobaan, belum tentu terjadi terjadi pada manusia.

    Selain itu dari hasil efikasi vaksin juga masih belum menunjukan hasil penelitian yang bulat. WHO juga menyatakan efikasi vaksin juga masih sama, sementara penelitan di Jepang menduga efektifitas vaksin menurun, sehingga butuh suntikan booster.

    Penelitian di Jepang ini juga menyajikan bahwa pada infeksi dengan BA.2 terjadi penurunan efektifitas obat antibodi monoklonal seperti sotrovimab.

    “BA.2 tidak memiliki fenomena SGTF (“S gene target failure”), sehingga penggunaan PCR SGTF jadi terbatas, sehingga perlu memperbanyak pemeriksaan Whole Genome Sequencing”, jelasnya.

    Namun menurut Tjandra Indonesia harus tetap waspadadan tetap mengambil langkah antisipasi,jika varian BA.2 ini meningkat di Indonesia.

     

    [Dexpert.co.id]

    (hps/hps)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.