Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Es Abadi Mencair, Virus Purba Lepas dan Bisa Infeksi Manusia
    Insight News

    Es Abadi Mencair, Virus Purba Lepas dan Bisa Infeksi Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2023Updated:5 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada ‘virus zombie’ yang baru-baru ini ditemukan oleh para ilmuwan di daratan beku atau permafrost di Siberia, Rusia.

    Tidak seperti sisa es pada umumnya, daratan beku itu adalah rumah bagi virus hidup yang masih berpotensi menjadi patogen menular.

    Saat perubahan iklim terjadi, kuman-kuman yang terkunci permafrost mulai mencair. Mereka menyebutkan bahwa mencairnya permafrost akibat perubahan iklim dapat menghadirkan ancaman baru bagi manusia dan hewan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut studi yang dipublikasikan bioRxiv, para peneliti telah menghidupkan kembali dan mengelompokkan 13 patogen berusia lebih dari 48.500 tahun yang diberi nama ‘virus zombie’. Namun, penelitian ini masih belum ditinjau oleh sejawat dan masih dalam tahap pracetak.

    Wabah penyakit dari permafrost belum pernah terjadi sebelumnya. Para peneliti pun menetapkan bahwa setiap virus yang telah diekstraksi dari permukaan dingin Siberia yang mencair berbeda dari semua virus yang ada yang diketahui dalam hal genomnya.

    Bisa menyebar ke manusia?

    Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 di jurnal Frontiers in Veterinary Science, virus bisa menimbulkan ancaman bagi kesehatan masyarakat, meski studi lebih lanjut masih diperlukan untuk menilai bahaya patogen yang masih belum diketahui.

    Dalam penelitian di laboratorium yang tertutup, para ilmuwan dengan hati-hati mencairkan mikroba dan mengurutkan genomnya. Kemudian, para peneliti menginfeksi sel amoeba dengan virus.

    Meskipun berusia hingga 48.000 tahun, beberapa virus mampu bereplikasi di dalam amoeba, membuatnya pecah dan melepaskan partikel virus baru.

    “[Virus] yang kami hidupkan kembali tidak berbahaya sama sekali; mereka hanya menginfeksi amoeba. Tetapi keberadaan dan infektivitas mereka menunjukkan bahwa virus purba yang menginfeksi hewan/manusia masih bisa menular,” kata Jean-Michel Claverie, salah satu penulis studi baru, mengatakan kepada Live Science dalam email, dikutip Kamis(2/2/2023).

    Para peneliti berfokus pada virus yang menginfeksi amuba karena amuba membuat organisme model yang baik dan karena akan ada risiko minimal tumpahan yang tidak disengaja ke teknisi laboratorium.

    Meski demikian, jika salah satu dari strain ini benar-benar lepas dari es abadi dan menginfeksi manusia, vaksin modern kemungkinan akan memberikan perlindungan.

    Adapun risiko terbesar, menurut penulis, berasal dari virus yang tidak dikenal. Seperti SARS-CoV-2, patogen penyebab COVID-19, kuman ini berpotensi menyebar dengan cepat melalui populasi yang tidak memiliki kekebalan alami, sehingga memicu pandemi.

    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.