Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Tinggalkan Twitter Kala Krisis, Ini Mainan Barunya
    Insight News

    Elon Musk Tinggalkan Twitter Kala Krisis, Ini Mainan Barunya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Maret 2023Updated:2 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk tengah dalam tahap meninggalkan posisinya sebagai CEO Twitter. Sejalan dengan itu, miliarder 51 tahun sudah punya ‘mainan baru’.

    Kesibukan barunya itu tak jauh dari soal teknologi dan juga terkait dengan kepopuleran ChatGPT belakangan ini. Musk dilaporkan tengah mendekati peneliti AI selama beberapa pekan terakhir untuk membangun laboratorium penelitian baru.

    TheInformation melaporkan Musk ingin membangun platform alternatif selain ChatGPT milik OpenAI, dikutip dari IOL, Kamis (2/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    IOL mencatat ini mungkin jadi serius untuk Musk. Mengingat, dia juga sempat berinvestasi dalam proyek AI, termasuk DeepMind dan perusahaan dibalik kesuksesan ChatGPT, OpenAI.

    Sebelumnya dalam World Government Summit Dubai bulan lalu, Musk pernah mengomentari soal kehadiran AI. Namun bukan hal positif yang dia ungkapkan, melainkan ketakutan teknologi tersebut bisa jadi risiko terbesar masa depan manusia.

    “Salah satu risiko terbesar bagi masa depan peradaban adalah AI,” kata Musk dikutip dari CNBC Internasional.

    “Itu positif atau negatif dan memiliki janji yang hebat, kemampuan yang hebat…Dengan itu datanglah bahaya besar,” lanjutnya.

    Bahkan dia mengatakan risiko AI lebih besar dari kendaraan maupun obat-obatan. Di mana sektor-sektor itu telah diregulasi oleh banyak regulator di dunia.

    Untuk itu, Musk juga mendorong AI bisa diatur untuk mengendalikan penggunaanya. “Menurut saya ini punya risiko lebih besar untuk masyarakat dibandingkan mobil atau pesawat atau obat-obatan,” kata Musk.

    Dalam laporan berbeda, Musk sedang mempersiapkan diri melepas jabatannya sebagai CEO Twitter akhir tahun ini. Nama Steve Davis, bos perusahaan milik Musk lainnya The Boring Company, mencuat jadi kandidat terkuat menggantikannya.

    Davis sudah bekerja lama dengan Musk dan dianggap loyalis miliarder itu. Bahkan dia juga ikut sebagai tim awal saat Musk resmi membeli Twitter.



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.