Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Disebut Antek Rusia, AS Keluarkan Perintah Ini
    Insight News

    Elon Musk Disebut Antek Rusia, AS Keluarkan Perintah Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Maret 2024Updated:8 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Fraksi Demokrat di Amerika Serikat (AS) menginvestigasi keterlibatan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, dalam membantu Rusia menginvasi Ukraina melalui penggunaan satelit internet Starlink.

    Dalam sebuah surat ke perusahaan, dua politikus Demokrat mengatakan petugas intelijen Ukraina menuduh pasukan militer Rusia menggunakan terminal Starlink di wilayah timur Ukraina.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Keterlibatan Starlink bagi militer Rusia dikatakan bisa melanggar aturan AS, dikutip dari Reuters, Jumat (8/3/2024).

    “Penyalahgunaan Starlink oleh pasukan Rusia di perbatasan Ukraina mengakibatkan ancaman serius bagi keamanan Ukraina, kehidupan Ukraina, dan keamanan nasional AS,” kata Rep. Jamie Raskin dan Robert Garcia dalam surat ke Presiden SpaceX Gwynne Shotwell.

    Kremlin membantah pasukannya menggunakan Starlink yang merupakan unit usaha di bawah SpaceX.

    Perwakilan SpaceX tak segera menanggapi permintaan komentar terkait surat dari DPR AS.

    Terminal Starlink menyediakan koneksi internet cepat dan selama ini digunakan untuk membantu warga Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia sejak Februari 2022.

    Sebelumnya, pejabat Ukraina menuduh Rusia mengakses terminal dari negara-negara Arab. Rusia dikatakan menanamkan terminal di area sekitar Ukraina untuk mengontrol warga setempat.

    Kiev telah meminta SpaceX untuk mencegah Moskow menggunakan layanan Starlink di wilayah-wilayah invasi.

    Starlink beberapa kali mengatakan tak berbisnis dengan pemerintah atau militer Rusia. Dalam akun X personalnya, Elon Musk pada bulan lalu juga mengatakan informasi Starlink menjual terminal ke Rusia adalah berita salah.

    Pada pekan lalu, Presiden AS Joe Biden mengatakan akan menambah paket bantuan senilai US$ 95 miliar untuk mendukung upaya militer Ukraina membalas serangan Rusia.

    Dalam surat resmi ke SpaceX, pemangku kebijakan Demokrat memerintahkan perusahaan Elon Musk itu merespons dan memberikan penjelasan soal keterlibatannya dengan Rusia paling lambat pada 20 Maret mendatang.




    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.