Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Efek Ngeri Covid Tampak di Otak, Bertambah Tua 50 Tahun
    Insight News

    Efek Ngeri Covid Tampak di Otak, Bertambah Tua 50 Tahun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Desember 2022Updated:17 Desember 2022Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada efek Covid yang tampak di otak manusia, yakni membuatnya 50 tahun lebih tua dari kondisi normal.

    Ini diketahui lewat sebuah studi yang meneliti sampel jaringan otak postmortem. Penelitian itu menemukan infeksi Covid-19 parah berkaitan dengan tanda-tanda molekuler penuaan otak.

    Studi tersebut mengidentifikasi perubahan ekspresi gen di otak pasien Covid yang meninggal, menyerupai hal yang terlihat pada usia tua.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Para penulis studi tersebut mengatakan penelitian mereka adalah yang pertama menghubungkan Covid-19 dengan tanda molekul penuaan otak.

    “Kami mengamati bahwa ekspresi gen di jaringan otak pasien yang meninggal karena Covid-19 sangat mirip dengan individu yang tidak terinfeksi berusia 71 tahun atau lebih,” kata ilmuwan kesehatan masyarakat Jonathan Lee dari Harvard University, dikutip dari Science Alert, Kamis (15/12/2022).

    Sampel penelitian terdiri dari orang-orang berusia awal dua puluhan hingga pertengahan delapan puluhan, termasuk 21 orang yang menderita Covid-19 parah, satu individu tanpa gejala, dan 22 orang yang tidak terinfeksi virus corona.

    Para peneliti juga membandingkan hasilnya dengan individu yang tidak terinfeksi penyakit Alzheimer dan kelompok lain yang terdiri dari 9 individu yang tidak ada riwayat rawat inap atau perawatan ventilator.

    Dengan menggunakan teknologi pengurutan RNA pada sampel korteks prefrontal, para ilmuwan menemukan bahwa pasien dengan Covid-19 yang parah menunjukkan pola ekspresi genetik yang diperkaya terkait dengan penuaan.

    Otak individu yang terinfeksi Covid tampak lebih mirip dengan individu yang lebih tua dalam kelompok kontrol, terlepas dari usia mereka yang sebenarnya.

    Sederhananya, gen yang biasanya diregulasi pada penuaan, seperti yang berkaitan dengan sistem kekebalan, juga diregulasi pada Covid dengan gejala parah.

    Pada saat yang sama, gen yang mengalami penurunan regulasi dalam penuaan, seperti yang berkaitan dengan aktivitas sinaptik, kognisi, dan memori, juga mengalami penurunan regulasi pada Covid yang parah.

    “Kami juga mengamati hubungan yang signifikan antara respons seluler terhadap kerusakan DNA, fungsi mitokondria, pengaturan respons terhadap stres dan stres oksidatif, transportasi vesikular, homeostasis kalsium, dan jalur pensinyalan/sekresi insulin yang sebelumnya terkait dengan proses penuaan dan penuaan otak,” tulis para penulis.

    “Secara keseluruhan, analisis kami menunjukkan bahwa banyak jalur biologis yang berubah seiring dengan penuaan alami di otak juga berubah pada Covid-19 yang parah.”

    Memang, sejak novel coronavirus SARS-CoV-2 mulai menginfeksi manusia dalam skala global, para ilmuwan mengkhawatirkan kemungkinan konsekuensi jangka panjang.

    Kerusakan otak adalah salah satu hasil yang paling bermasalah. Kasus Covid dengan gejala parah sering dikaitkan dengan kabut otak, kehilangan ingatan, stroke, delirium, atau koma.

    Pada Oktober 2020, pemindaian otak awal pada pasien Covid mengungkapkan tanda-tanda gangguan dan gangguan neurologis yang mengkhawatirkan.

    Penelitian selanjutnya menemukan bahwa Covid yang ringan pun dapat memengaruhi otak, meskipun masih belum jelas berapa lama perubahan ini dapat bertahan atau bagaimana jika dibandingkan dengan Covid yang parah.

    Setiap tahun berlalu, pakar kesehatan memiliki gagasan yang sedikit lebih baik tentang hasil jangka panjang yang mungkin ditimbulkan oleh pandemi global ini.

    Temuan studi saat ini mengikuti makalah lain, yang diterbitkan awal tahun ini, yang menemukan dampak kognitif dari Covid-19 yang parah setara dengan penuaan sekitar 20 tahun.

    Ahli saraf Marianna Bugiani dari Universitas Amsterdam mengatakan kepada Nature, temuan baru ini membuka sejumlah besar pertanyaan yang penting, tidak hanya untuk memahami penyakitnya, tetapi juga untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi konsekuensi dari pandemi.

    Dia juga menambahkan bahwa konsekuensi ini mungkin tidak jelas untuk tahun-tahun mendatang. Dan saat ini, komunitas global mungkin akan menderita infeksi Covid-19 yang berulang.

    Menariknya, dalam studi saat ini, para peneliti tidak menemukan bukti genetik virus SARS-CoV-2 di otak pasien yang terinfeksi, yang menunjukkan bahwa konsekuensi neurologis dari virus tersebut mungkin tidak secara langsung karena kehadirannya di sistem saraf.

    Namun, para penulis menemukan bukti bahwa tumor necrosis factor (TNF), yang berhubungan dengan peradangan, penuaan otak, dan penurunan kognitif akibat penuaan, terdapat pada tingkat yang lebih tinggi di otak individu yang terinfeksi.

    Faktor genetik yang terkait dengan respon imun antivirus juga meningkat.

    Para penulis berpendapat kedua jalur ini dapat menyebabkan efek kerusakan yang signifikan di otak tanpa adanya invasi saraf SARS-CoV-2.

    Mengingat temuan mereka, tim mengatakan orang yang pulih dari Covid harus mendapatkan tindak lanjut neurologis. Jika keberadaan virus baru ini cukup untuk memicu peradangan di otak, ada kemungkinan setiap orang yang terinfeksi berisiko mengalami kerusakan otak.

    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.