Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dulu Rp 23 T, Kini Rp 34 Juta
    Insight News

    Dulu Rp 23 T, Kini Rp 34 Juta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Mei 2022Updated:18 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Platform jual-beli cryptocurrency terbesar di dunia dari sisi transaksi, Binance ternyata menderita kerugian besar dari kejatuhan harga aset kripto Terra LUNA dan TerraUSD.

    Ceritanya pada 2018, Binance menyuntikkan dana sebesar US$3 juta ke Terra LUNA dan menerima 15 juta token sebagai imbalannya. Pada saat Terra LUNA mencatatkan harga tertinggi sepanjang sejarah, investasi tersebut mencapai US$1,6 miliar atau setara Rp 23,3 triliun (asumsi Rp 14.500/US$).

    Namun keuntungan tersebut tak direalisasikan. Binance tidak melepas atau menjual Terra LUNA miliknya. Dengan harga sekarang investasi tersebut tinggal bernilai US$2.391 atau setara Rp 34,67 juta.

    Meski menderita kerugian besar, CEO Binance Changpeng Zhao ingin agar investor ritel yang kehilangan uangnya karena anjloknya harga Terra LUNA mendapat penggantian sebelum Binance.

    “Untuk memimpin dengan memberikan contoh dalam melindungi pengguna, Binance akan membiarkan [investasi ini] dan meminta tim proyek LUNA untuk memberikan kepada pengguna ritel terlebih dahulu, Binance terakhir, jika perlu,” tulis Changpeng Zhao melalui akun twitter pribadinya, dikutip dari Fortune, Selasa (17/5/2022).

    Binance telah menjadi pendukung utama perusahaan Terraform Labs, perusahaan yang menciptakan Terra LUNA dan TerraUSD, selama bertahun-tahun.

    Melalui divisi investasinya, Binance jadi investor utama dalam putaran pendanaan Terraform pada 2018 yang berhasil mengumpulkan dana sebesar US$32 juta. Namun, hubungan Terraform Labd dan Binance tidak begitu baik akhir-akhir ini.

    Pekan lalu, Changpeng Zhao mengatakan “sangat kecewa” pada bagaimana tim di belakang Terra LUNA dan TerraUSD menangani anjloknya dua aset kripto itu. Hal ini sebagai respons ketika CEO Terraform Labs Do Kwon mengatakan dia ingin melakukan fork Terra, atau membuat blockchain baru dan mendistribusikan jutaan token dalam cryptocurrency baru kepada para pendukung, Zhao jujur dengan pendapatnya.

    “Ini tidak akan berhasil,” katanya dalam tweet.

    Dalam tweet terpisah Jumat lalu, Zhao mengatakan tentang tim Terra, “Sejauh ini, kami belum mendapat tanggapan positif, atau banyak tanggapan sama sekali.”

    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.