Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Drone China Diboikot Gegara Tuduhan Kerja Paksa Warga Muslim
    Insight News

    Drone China Diboikot Gegara Tuduhan Kerja Paksa Warga Muslim

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Oktober 2024Updated:20 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden kembali melancarkan aksi pemblokiran terhadap teknologi China. Terbaru, Amerika Serikat (AS) menghentikan impor beberapa drone DJI.

    Hal tersebut diungkap secara langsung oleh pembuat drone asal China itu. DJI memberi tahu distributor melalui surat bahwa Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS mengutip Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur (UFLPA), menahan beberapa drone agar tidak diimpor ke AS.

    DJI menegaskan tidak ada kerja paksa yang terlibat dalam proses pembuatan drone. Mereka juga sudah memberikan dokumentasi kepada Bea Cukai yang memverifikasi kepatuhannya terhadap UFLPA, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (17/10/2024).

    Sebagai informasi, UFLPA yang berlaku Juni tahun lalu dirancang untuk memerangi pelanggaran kerja paksa yang ditujukan pada orang Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di wilayah Xinjiang, China.

    Undang-undang ini melarang impor AS atas barang-barang yang diproduksi seluruhnya atau sebagian di Xinjiang atau diproduksi oleh entitas tertentu.

    Perusahaan dalam suratnya mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk meneliti asal-usul produk, khususnya dalam kasus drone buatan China.

    Perusahaan menilai tindakan pemerintah Biden tidak berdasar dan benar-benar salah, tapi hukum memberi kewenangan untuk menahan barang tanpa bukti.

    Sebelumnya, anggota parlemen AS telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran bahwa drone DJI juga menimbulkan risiko transmisi data, pengawasan, dan keamanan nasional.

    Bulan lalu, DPR AS memberikan suara untuk melarang drone baru dari DJI beroperasi di AS. RUU tersebut sedang menunggu keputusan dari Senat AS.

    Departemen Perdagangan AS juga mengatakan sedang mengkaji apakah akan memberlakukan pembatasan pada drone China beroperasi di AS.

    “Kami sedang melihat drone yang memiliki peralatan, chip, dan perangkat lunak China dan Rusia di dalamnya,” kata Menteri Perdagangan Gina Raimondo kepada CNBC Internasional.

    Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Keamanan Data Ancam Digitalisasi RI, Tim Prabowo Bisa Atasi?

    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.