Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dirty Vote Hilang di Pencarian YouTube, Netizen Ramai Komen Begini
    Insight News

    Dirty Vote Hilang di Pencarian YouTube, Netizen Ramai Komen Begini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Februari 2024Updated:12 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Film ‘Dirty Vote’ yang dirilis di akun YouTube Dirty Vote dan PSHK Indonesia menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial. Film dokumenter yang menyoroti Pemilu 2024 tersebut tayang pada Minggu (11/2) kemarin.

    Pantauan CNBC Indonesia, Senin (12/2/2024), topik ‘Dirty Vote’ merajai jejeran trending topic di X sejak pagi hingga berita ini dirilis. Tak kurang dari 584.000-an post telah membicarakan film berdurasi 1 jam 57 menit tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di channel YouTube Dirty Vote, film tersebut sudah ditonton lebih dari 5,1 juta kali dan mendapat lebih dari 48.000-an komentar. Channel yang cuma memuat 1 video penuh dan 1 video trailer itu juga sudah mendapat 101.000 subscribe.

    Sementara itu, di channel PSHK Indonesia, lebih dari 4,3 juta yang sudah menonton ‘Dirty Vote’. Sebanyak 63.000-an netizen telah membanjiri film ‘Dirty Vote’ dengan beragam komentar di channel tersebut.

    Hingga kini, film ‘Dirty Vote’ masih tersedia di YouTube. Anda bisa menontonnya dengan membuka channel PSHK Indonesia atau channel Dirty Vote.

    Namun, banyak netizen yang melaporkan video tersebut hilang dari pencarian laman utama YouTube. Ketika memasukkan kata ‘Dirty Vote’, hasil pencarian menunjukkan video-video lain terkait film tersebut.

    Misalnya video soal wawancara tanggapan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka terhadap film tersebut, ataupun reaksi netizen dan nonton bareng ‘Dirty Vote’.

    Pencarian di laman utama YouTube tak menampilkan film aslinya dari channel Dirty Vote maupun PSHK Indonesia. CNBC Indonesia mencoba scrolling hasil pencariannya sampai ke bawah, namun video tetap tidak muncul.

    Ketika mencoba kata kunci ‘Dirty Vote PSHK Indonesia’ video baru muncul di urutan ke-9. Urutan pertama hingga beberapa setelahnya menunjukkan video lain.

    Sebagai informasi, praktik menyembunyikan hasil pencarian seperti ini kerap diistilahkan ‘shadow ban’. Biasanya, praktik ini untuk menyembunyikan konten yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan platform.

    Di laman support Google, ada beberapa hal yang menjadi alasan sebuah video tidak muncul di hasil pencarian. Menurut laman tersebut, hasil pencarian YouTube mencoba memberikan hasil yang paling relevan.

    Jika suatu video tidak muncul di kolom pencarian YouTube, berikut beberapa alasan yang disebut laman support Google, dirangkum CNBC Indonesia:

    1. Nama channel terlalu sering digunakan di judul video.
    2. Nama channel terlalu umum.
    3. Channel YouTube masih baru.
    4. Nama channel tidak layak untuk semua audiens.

    Hilangnya ‘Dirty Vote’ di laman pencarian YouTube mendapat beragam komentar dari netizen. Berikut beberapa di antaranya:

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]




    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.