Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Direstui BPOM, RI Punya Vaksin Covid Made in RI Serupa Pfizer
    Insight News

    Direstui BPOM, RI Punya Vaksin Covid Made in RI Serupa Pfizer

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 September 2022Updated:1 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – BPOM kembali memberikan izin penggunaan darurat (EUA) kepada vaksin AWCorna. Vaksin ini dikembangkan oleh PT Ethana Biotechnology Indonesia dan Abogene Walvax dari China.

    “Vaksin AWCorna akan diproduksi di Indonesia melalaui transfer teknologi mRNA, sehingga ke depannya Indonesia bisa memproduksi vaksin sendiri dengan mRNA,” kata Kepala Badan POM, Penny Lukito, dalam konferensi pers Penerbitan EUA Vaksin Indovac dan Vaksin Awcorna, Jumat (30/9/2022).

    Efikasi Awcorna pada varian omicron sebesar 71,17%. Selain itu keamanan vaksin disebut ditoleransi baik dan efek samping paling sering dilaporkan demam, nyeri, sakit kepala dan bengkak. Termasuk tidak ada kematian yang dilaporkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tidak seperti vaksin mRNA lainnya, vaksin AWCorna cukup unik cara penyimpanannya. Yakni hanya membutuhkan lemari pendingin 2-8 derajat saja.

    “Ada kekhususan yang pertama dapat disimpan 2-8 derajat. Sebelumnya vaksin mRNA harus ada penyimpanan lebih besar dari -70 derajat celcius,” jelas Penny.

    “Untuk negara tropis seperti Indonesia, ini penting sekali penyimpanan dan distribusi”.

    Penny juga menjelaskan vaksin AWCorna, seperti Indovac, telah memiliki fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sertifikasi halal dari BPJH atau Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH)

    EUA yang diberikan ini diperuntukkan untuk penggunaan vaksin primer pada usia 18 tahun. Vaksin diberikan sebanyak dua dosis dengan jarak 28 hari.

    Sementara itu EUA juga diberikan pada booster. Jaraknya 6 bulan setelah vaksin kedua yang menggunakan platform inactivated. “Dengan disetujui EUA atas nama Ethana menambah alternatif vaksin,” kata Penny.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Cek Daftar Vaksin Covid-19 Halal, Direstui MUI dan Kemenag

    (npb/roy)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.