Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dipecat Tak Boleh Pulang, Bos Binance Bengong Sidang Batal Lagi
    Insight News

    Dipecat Tak Boleh Pulang, Bos Binance Bengong Sidang Batal Lagi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Februari 2024Updated:14 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta,CNBC Indonesia – Hukuman pidana terhadap pendiri Binance, Changpeng Zhao, atas tuduhan aturan pencucian uang ditunda hingga 30 April, menurut pemberitahuan di pengadilan federal Seattle.

    Namun pada berkas perkara tersebut tidak menjelaskan tentang penundaan dua bulan dalam menjatuhkan hukuman kepada Zhao.

    Pria dengan kewarganegaraan Kanada yang dikenal sebagai “CZ” itu diketahui bebas dengan jaminan sebesar US$ 175 juta di Amerika Serikat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Zhao sebelumnya dijadwalkan akan dijatuhi hukuman pada 23 Februari, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (13/2/2024).

    Pengacara Zhao, William Burck, menolak berkomentar ketika ditanya tentang penundaan tersebut. CNBC Internasional telah menanyakan soal ini kepada Departemen Kehakiman tentang penundaan tersebut.

    Pedoman hukuman federal menyarankan hukuman maksimal 18 bulan penjara untuk Zhao, namun jaksa dilaporkan telah mempertimbangkan untuk meminta hukuman yang lebih berat.

    Zhao mengaku bersalah pada 21 November atas tuduhan kegagalan mempertahankan program anti pencucian uang yang efektif di Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia. Sebagai bagian dari permohonan itu, dia setuju untuk mundur dari jabatannya sebagai CEO Binance dan membayar denda US$ 50 juta.

    Binance pada saat yang sama setuju untuk membayar denda dan restitusi sebesar US$ 4,3 miliar sebagai bagian dari pengakuan bersalahnya atas konspirasi untuk melakukan bisnis pengiriman uang tanpa izin. Di mana menjalankan bisnis semacam itu dan melanggar Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional.

    “Binance mengizinkan aktor terlarang untuk bertransaksi secara bebas, mendukung aktivitas mulai dari pelecehan seksual terhadap anak-anak hingga narkotika ilegal hingga terorisme,” kata Menteri Keuangan Janet Yellen ketika perusahaan dan Zhao mengaku bersalah.

    Hakim dalam kasus Zhao pada awal Desember menolak permintaannya untuk bisa melakukan pulang ke rumahnya di Uni Emirat Arab sebelum dia dijatuhi hukuman.

    Hakim Distrik AS Richard Jones mengatakan bahwa kekayaan Zhao dan hubungan dia dengan pemerintah Amerika Serikat, membuatnya berisiko melarikan diri.

    Jones pada akhir Desember menolak tawaran lain dari Zhao untuk melakukan perjalanan ke UEA. Zhao dalam permohonan barunya mengatakan dia ingin melakukan perjalanan pulang untuk menjenguk seseorang yang sedang sakit.

    Ia bahkan menawarkan untuk menempatkan sahamnya di Binance sebagai jaminan pengembaliannya.




    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.