Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dianggap Mengganggu, Negara G20 Sepakat Atur Kripto!
    Insight News

    Dianggap Mengganggu, Negara G20 Sepakat Atur Kripto!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bali, Dexpert.co.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, salah satu langkah konkret yang dicapai bersama dengan Negara G20 adalah aturan lebih lanjut mengenai transaksi kripto.

    Kesepakatan itu terbentuk dalam pertemuan ketiga Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) G20 yang berlangsung pada 15-16 Juli 2022 di Bali.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Harus adanya pengaturan yang baik dan G20 akan melihat berdasarkan pendekatan peraturan aset kripto,” jelas Perry dalam konferensi pers, Sabtu (16/7/2022).

    Sebelumnya, Perry menjelaskan, bahwa Dewan Stabilitas Keuangan (Financial Stability Board/FSB) menyimpulkan, aset kripto memiliki potensi ancaman terhadap stabilitas keuangan global, karena skalanya, kerentanan struktural, dan meningkatnya keterkaitan dengan sistem keuangan tradisional.




    Suasana rapat session 7 International Taxation di Nusa Dua, Bali. (Dok: Kemenkeu)Foto: Suasana rapat session 7 International Taxation di Nusa Dua, Bali. (Dok: Kemenkeu)
    Suasana rapat session 7 International Taxation di Nusa Dua, Bali. (Dok: Kemenkeu)

    Maka itu, Perry menyebut FSB mempromosikan implementasi efektif dari rekomendasi tingkat tinggi untuk regulasi, pengawasan, dan pengawasan pengaturan stablecoin global. Selain itu, FSB juga telah mengidentifikasi implikasi peraturan dan kebijakan utama dari pengembangan pasar aset kripto, termasuk pasar stablecoin.

    “Perkembangan terkini di pasar aset kripto juga mendesak FSB untuk terus membangun kesadaran publik akan risiko yang terkait dengan aset kripto,” jelas Perry dalam sambutannya saat membuka pertemuan FMCBG pagi tadi.

    FMCBG kali ini juga ikut membahas isu penting lainnya, terutama terkait pemulihan ekonomi global pasca pandemi. Perry mengatakan FSB terus berkoordinasi secara internasional dalam menangani masalah regulasi dan pengawasan keuangan melalui langkah-langkah respons Covid-19.

    Tak hanya itu, FSB juga ikut memantau perkembangan untuk mendukung pemulihan global dan menjaga stabilitas keuangan.

    “Sebagaimana diamanatkan oleh FMCBG pada Februari 2022, FSB telah menyampaikan laporan sementara tentang strategi keluar covid-19 dan scaring effects di sektor keuangan yang menguraikan praktik yang efektif dan memberikan rekomendasi kebijakan di sektor keuangan untuk mencapai pemerataan, pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif,” tuturnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    AS: Korut Curi Kripto Rp8,8 Triliun dari Gim Axie Infinity

    (mij/mij)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.