Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dendam Pribadi, Bos ChatGPT Sebut Elon Musk Brengsek
    Insight News

    Dendam Pribadi, Bos ChatGPT Sebut Elon Musk Brengsek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Maret 2023Updated:29 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bukan Elon Musk jika tak mengkritik sesuatu. Belakangan, ia rajin melontarkan kritik terhadap ChatGPT, sebuah layanan chatbot AI buatan OpenAI.

    Sebagai salah satu pendiri OpenAI yang kemudian hengkang, Musk menilai perusahaan itu sudah terlalu ‘nyebrang’ dari nilai yang diusung awalnya.

    Mulanya, OpenAI merupakan perusahaan non-profit yang punya semangat menghadirkan AI untuk membantu aktivitas manusia. Namun, menurut Musk dan beberapa pihak lain, ChatGPT yang dikembangkan OpenAI justru mengancam bursa kerja dan berpotensi membuat manusia menganggur.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menanggapi hal ini, CEO OpenAI Sam Altman tampak gusar. Diwawancara dalam sebuah podcast ‘On With Kara Swisher’, Altman bahkan menyebut Musk “brengsek”.

    “Menurut saya, dia brengsek. Terserah orang mau bilang apa tentang dia. Musk punya gaya berkomunikasi yang sangat saya hindari. Jangan sampai saya seperti itu,” kata dia dalam podcast tersebut, dikutip dari Fortune, Rabu (29/3/2023).

    Sekedar informasi, Musk menjadi salah satu orang yang mendirikan OpenAI pada 2015 lalu, sebelum akhirnya cabut pada 2018. Kala itu, Musk berdalih bahwa OpenAI berkonflik dengan perusahaan lainnya, Tesla.

    Pasalnya, Tesla juga mengembangkan sektor kecerdasan buatan (AI). Alasan itu sempat langgeng dipercaya di industri teknologi selama bertahun-tahun.

    Namun, belakangan laporan dari Semafor mengungkap fakta berbeda. Menurut laman tersebut, Musk meninggalkan OpenAI karena tawarannya untuk memimpin perusahaan itu ditolak mentah-mentah.

    Sejak perkara itu, hubungan Musk dan orang-orang yang memegang kendali OpenAI menjadi renggang. Salah satunya dengan sang pendiri, Sam Altman.

    Popularitas OpenAI tampaknya turut membuat Musk geram. Pada Februari lalu, Musk mengunggah tweet yang mengatakan dirinya tak sepakat jika OpenAI berubah dari perusahaan non-profit menjadi perusahaan profit melalui fitur berbayar (subscription).

    “OpenAI diciptakan sebagai platform terbuka (open source). Namun, sekarang perusahaan itu menjadi platform tertutup (closed source) yang dikontrol Microsoft. Sangat berbeda dari yang saya rencanakan sebelumnya,” kata Musk kala itu.



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.