Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cuaca Panas Menggila, Ini Daftar Negara Paling Mendidih!
    Insight News

    Cuaca Panas Menggila, Ini Daftar Negara Paling Mendidih!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2023Updated:3 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gelombang panas yang terjadi beberapa waktu terakhir makin mengkhawatirkan. Sejumlah negara disebut berisiko terkena bahaya fenomena tersebut.

    Penelitian yang dipublikasikan di Nature menyebutkan wilayah yang akan memiliki dampak merusak karena gelombang panas seperti Afghanistan, Papua Nugini dan Amerika Tengah. Area lainnya adalah Beijing dan Eropa yang tengah yang disebut juga memiliki risiko besar. 

    Kedua area terakhir disebut memiliki populasi yang besar dan menempatkan banyak orang dalam risiko, dikutip dari Science Alert, Selasa (2/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Para peneliti menghitung dari negara mana yang akan terjadi gelombang panas serta faktor lainnya. Ini termasuk sosial-ekonomi, pertumbuhan populasi, stabilitas jaringan energi dana ketersediaan layanan kesehatan.

    Tim peneliti ingin ada persiapan menghadapi gelombang panas di masa depan. “Seringkali daerah hanya siap menghadapi kejadian ekstrem yang pernah dialami, dengan perencanaan yang diprakarsai oleh bencana di masa lalu,” ungkapnya.

    Gelombang panas memiliki dampak besar pada kehidupan manusia. Mulai dari mempersulit kehidupan sehari-hari dan pekerjaan, menghancurkan pertanian dan pembangunan, efek lanjutan seperti peningkatan risiko kebakaran hutan, hingga membunuh banyak orang.

    Persiapan menghadapi fenomena itu, Science Alert mencatat bisa mengurangi jumlah kematian. Salah satunya dengan pendinginan tempat pada wilayah perkotaan, pergeseran atau pengurangan jam kerja.

    “Dalam penelitian ini, kami menunjukkan bahwa peristiwa pemecahan rekor dapat terjadi di mana saja. Pemerintah seluruh dunia perlu bersiap,” kata peneliti atmosfer dari University of Bristol, Dann Mitchell.


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.