Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Ketiban Durian Runtuh Gegara Pabrik iPhone Kebakaran
    Insight News

    China Ketiban Durian Runtuh Gegara Pabrik iPhone Kebakaran

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Oktober 2024Updated:2 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kerusakan parah imbas kebakaran di pabrik Tata Electronics membawa dampak pada produksi iPhone. Pasalnya, Tata merupakan salah satu fasilitas utama penyuplai komponen iPhone di India, selain Foxconn dan Pegatron.

    Pada akhir pekan lalu, pabrik Tata Electronics kebakaran dan menyebabkan kerusakan parah. Produksi disetop total. Sebanyak 10 karyawan harus dirawat medis dan 2 di antaranya dilarikan ke rumah sakit.

    Menurut pengawas industri, Apple harus cepat mengambil tindakan untuk mengamankan produksi iPhone yang terganggu di fasilitas Tata.

    Reuters melaporkan pemberhentian produksi di pabrik Tata belum jelas sampai kapan. Hanya disebut, berhenti beriperasi untuk waktu yang tidak ditentukan.

    Menurut firma riset Counterpoint basis Hong Kong, diprediksi penjualan iPhone 14 dan 15 sepanjang musim festival di India pada mulai Oktober hingga awal November bisa mencapai 1,5 juta unit.

    Apple dikatakan akan kesulitan memenuhi 15% permintaan pada periode tersebut akibat kebakaran di fasilitas Tata, dikutip dari Reuters, Rabu (2/10/2024).

    “Akan ada dampak produksi sekitar 10-15% untuk model iPhone lawas di India. Apple bisa menanggulanginya dengan mengimpor lebih banyak komponen dan mengalihkan lebih banyak persediaan ekspor ke India,” kata Neil Shah, co-founder Counterpoint.

    Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, Tata juga mengekspor iPhone ke Belanda, Amerika Serikat (AS), hingga beberapa bagian China. Nilainya mencapai US$ 250 juta (Rp 3,8 triliun) pada tahun ini hingga 31 Agustus 2024.

    Tata menolak berkomentar untuk laporan Reuters.

    Jika produksi terus dihentikan, Apple bisa mengalihkan produksi dari Tata ke China. Hal ini bertolak belakang dengan upaya Apple untuk melakukan diversifikasi manufaktur di luar China. Namun, ini bisa menjadi ‘durian runtuh’ bagi manufaktur China.

    Ini bukan kali pertama produksi iPhone di India terhambat. Tahun lalu, insiden kebakaran juga mengganggu produksi iPhone di fasilitas Foxlink dan Pegatron di India.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: PR RI Tarik Investasi Cloud “Saingi” Malaysia & Singapura




    Next Article



    Bocoran Menkominfo, Aturan Data Center Mau Direvisi!



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.