Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bye-bye Uang Kertas! Orang RI Kini Makin Doyan Pakai Digital
    Insight News

    Bye-bye Uang Kertas! Orang RI Kini Makin Doyan Pakai Digital

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 April 2022Updated:19 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan transaksi ekonomi dan keuangan digital menunjukan perkembangan pesat. Pertumbuhan transaksi e-commerce sampai dengan Kuartal I-2022 tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Gubernur BI Perry Warjiyo merinci, nilai transaksi uang elektronik (UE) pada Kuartal I-2022 tercatat tumbuh 42,06% secara tahunan (year on year/yoy) dan untuk keseluruhan tahun 2022 diproyeksikan meningkat 18.03% (yoy) hingga mencapai Rp 360 triliun.

    Kemudian, transaksi digital banking pada Kuartal I-2022 juga meningkat 34,9% (yoy) dan untuk keseluruhan tahun 2022 diproyeksikan meningkat 26,72% (yoy) hingga mencapai Rp 51.729 triliun.

    “Transaksi ekonomi dan keuangan digital menunjukkan perkembangan pesat seiring peningkatan akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital serta akselerasi digital banking,” jelas Perry dalam konferensi pers, Selasa (19/4/2022).

    Bahkan BI juga memutuskan untuk meningkatkan batas nilai yang dapat disimpan pada uang elektronik yang teregistrasi di Indonesia, dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta dan batas nilai transaksi bulanan dari Rp 20 juta per bulan menjadi Rp 40 juta per bulan. Keputusan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2022.

    Kenaikan limit transaksi uang elektronik tersebut, kata Deputi Gubernur BI Juda Agung untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.

    “Keperluan-keperluan masyarakat ini juga meningkat dengan uang elektronik, baik transaksi e-commerce atau transaksi-transaksi lain termasuk untuk traveling yang meningkat banyak. Sehingga ini kami sesuaikan dengan kebutuhan tersebut,” jelas Juda dalam kesempatan yang sama.

    Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono juga menjelaskan, transaksi e-commerce saat ini tumbuh positif karena preferensi masyarakat untuk berbelanja online dan banyak strategi marketing dan inovasi di marketplace.

    Oleh karena itu, BI sebagai salah satu otoritas yang mengatur sistem pembayaran menegaskan akan selalu mendukung opsi alat pembayaran yang lebih efisien.

    “Sehingga ini lebih memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi e-commerce,” jelas Doni dalam konferensi pers, Selasa (19/4/2022).

    Doni menerangkan, pada Kuartal I-2022, BI mencatat nilai transaksi e-commerce tumbuh 19,83% secara tahunan (year on year) dan secara volume tumbuh 38,43 (yoy).

    “Dengan demikian di 2022 kita optimistis secara nominal e-commerce bisa mencapai Rp 526 triliun atau naik 31,1% dibandingkan tahun lalu. Dari volume diperkirakan akan mencapai 4.539 juta atau naik lebih dari 50% atau 58,1%,” kata Doni melanjutkan.

    [Dexpert.co.id]

    (cap/mij)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.