Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Buzzer China ‘Ditelanjangi’ Xi Jinping, Saham Sampai Politik
    Insight News

    Buzzer China ‘Ditelanjangi’ Xi Jinping, Saham Sampai Politik

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 November 2023Updated:2 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Akun media sosial milik warga China dengan jumlah followers besar tidak bisa lagi berlaku sembarangan. Aturan terbaru pemerintahan China meminta akun dengan lebih dari 500 ribu pengikut menampilkan nama asli.

    Aturan terbaru akan menghapus akun-akun influencer atau pihak yang dikenal sebagai buzzer dengan jumlah followers yang sangat banyak. Sejumlah penyedia platform juga telah buka suara, dan memastikan kebijakan akan mulai diberlakukan lebih dulu pada akun anonim dengan lebih 1 juta followers.

    Salah satu yang terdampak dari aturan ini terjadi pada akun self-media. Akun ini biasanya menyebarkan informasi terkait isu atau sebuah peristiwa, namun tidak terkait dengan organisasi media resmi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan cara ini, akun self-media tidak bisa bergerak dengan bebas di media sosial. Pemerintah setempat juga diketahui telah lama ingin membasmi akun-akun tersebut.

    Namun ada juga yang mendukung penuh aturan baru ini. Hu Xijin selaku editor media pemerintah mendukung aturan tersebut karena akun berpengaruh menjadi lebih bertanggung jawab pada informasi yang mereka sebarkan, dikutip dari Reuters, Kamis (2/11/2023).

    Di sisi lain, banyak juga yang khawatir dengan aturan tersebut. Banyak orang yang mengatakan aturan baru bisa mempermudah praktik doxxing di dunia maya.

    Banyak akun tampil anonim untuk lebih bebas berekspresi dan menyebarkan informasi di China. Mereka bersembunyi di balik itu saat ada serangan di dunia maya.

    Sejumlah media sosial setempat berusaha menenangkan para pengguna yang telah mendengar aturan pemerintah itu. Misalnya CEO Weibo Wang Gaofei memastikan pengguna dengan pengikut di bawah 500 ribu akun tidak akan terdampak.

    Sementara Douyin memastikan platformnya hanya akan bertanya nama asli, bukan informasi pribadi. Jadi pengguna tidak perlu takut soal keamanan data personal yang sensitif tersebar.



    Artikel Selanjutnya


    Ngobrol di Kantor Luhut, CEO TikTok Janji Investasi Rp 148 T?


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.