Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Buset Elon Musk Makin Tajir, SpaceX Ditawar Rp 2.141 Triliun
    Insight News

    Buset Elon Musk Makin Tajir, SpaceX Ditawar Rp 2.141 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Januari 2023Updated:4 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC indonesia – SpaceX, dikabarkan menggalang pendanaan US$750 juta yang mendongkrak valuasi perusahaan penerbangan antariksa milik Elon Musk tersebut menjadi US$ 137 miliar.

    CNBC International melaporkan pendanaan terbaru SpaceX berdasarkan e-mail antara SpaceX dengan para calon investor.

    Dalam e-mail ke beberapa calon investor, SpaceX menyebut perusahaan investasi Andreessen Horowitz (A16z) sebagai calon investor utama. Investor SpaceX sebelumnya termasuk Founders Fund, Sequoia, dan Gigafund. A16z sebelumnya juga merupakan salah satu investor pendukung langkah Elon Musk mengakuisisi Twitter.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan valuasi senilai US$137 miliar atau sekitar Rp 2.141 triliun, SpaceX memantapkan diri sebagai perusahaan privat dengan valuasi tertinggi di dunia.

    CNBC International tidak menyebutkan secara spesifik rencana SpaceX dalam penggunaan dana US$750 juta (Rp 11,72 triliun) tersebut.

    Tahun lalu, SpaceX mencatatkan beberapa pencapaian penting termasuk rekor jumlah peluncuran terbanyak. Namun, program Startship mereka, yaitu kolaborasi dengan NASA untuk menerbangkan astronaut ke bulan, menghadapi banyak kendala.

    Kesuksesan terbesar SpaceX tahun 2022 adalah mulai beroperasinya layanan internet satelit global mereka, Starlink. Saat ini, pelanggan Starlink telah melewati angka 1 juta. Starlink juga mencuri perhatian karena sukses menyediakan sarana komunikasi untuk Ukraina di tengah invasi Rusia dan kepada penduduk Iran di tengah pemadaman internet di negara tersebut.

    SpaceX pada 2022 melakukan 60 kali peluncuran roket Falcon mereka. Falcon adalah roket hasil pengembangan SpaceX yang bisa digunakan berulang kali.

    Pengembangan Starship dan Super Heavy (roket dengan kapasitas jumbo) juga terus berlanjut. Namun, tanpa target waktu khusus.

    NASA saat ini juga mempertimbangkan melibatkan SpaceX dalam upaya penyelamatan awak International Space Station, termasuk seorang astronaut dan dua kosmonaut. Kapsul Soyuz milik Rusia diketahui mengalami kebocoran pendingin pada Desember.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Bangkrut, Elon Musk: Uang Diberikan ke Orang Bodoh

    (dem/dem)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.