Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bulan Terbelah Jejak Mukjizat Rasul, Begini Faktanya
    Insight News

    Bulan Terbelah Jejak Mukjizat Rasul, Begini Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Maret 2024Updated:16 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah postingan foto permukaan Bulan yang diambil NASA viral beberapa waktu yang lalu. Foto tersebut telah dibagikan ribuan kali di media sosial. Dalam narasinya, diklaim bahwa foto yang beredar membuktikan Bulan sebelumnya pernah terbelah menjadi dua.

    Kolase empat foto itu telah dibagikan lebih dari 260 kali sejak diunggah di halaman Islami Facebook pada 5 Agustus 2019.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Foto tersebut diberi judul “Keajaiban Nabi Muhammad SAW ‘Terbelahnya Bulan'”.

    Salah satu gambar dalam kolase menunjukkan permukaan Bulan, dengan panah menunjuk ke retakan yang terlihat di Bulan.

    Dalam teks yang menempel pada foto bertuliskan “Ini adalah lokasi pembelahan yang memanjang sepanjang bulan.”

    Judul postingan tersebut berbunyi: “Al-Qur’an mengatakan…Saatnya telah dekat, dan bulan telah terbelah [menjadi dua]….”

    “Keajaiban ini juga dibuktikan oleh NASA..{ Quran & sains }”.

    Sementara pada foto kedua dalam kolase menunjukkan astronot Amerika Neil Armstrong, Michael Collins dan Edwin “Buzz” Aldrin Jr. dari Apollo 11, misi bulan pertama yang mendaratkan manusia di Bulan pada Juli 1969.

    Pada foto ketiga menunjukkan penampakan dua setengah Bulan, dan gambar terakhir menunjukkan bulan purnama.

    Menyoal terbelahnya Bulan, dalam Islam, Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu nabi yang dikaruniai mukjizat dari Allah SWT. Salah satu mukjizat yang dikaruniakan kepadanya adalah membelah bulan menjadi dua.

    Mengutip GulfTimes, Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim keduanya meriwayatkan bahwa Abu Jahal, Al-Walid bin Al-Mugheerah, Al-‘Aas bin Waa’il dan sejumlah besar orang musyrik dari kalangan Quraisy pergi ke mendatangi Nabi Muhammad SAW.

    Lalu mereka berkata “Wahai Muhammad! Jika kamu benar dengan perkataanmu, maka belahlah bulan untuk kami menjadi dua bagian.”

    Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah SWT untuk membelah bulan dan Allah SWT mengabulkan doanya. Bulan terbelah dan manusia melihatnya, dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan mereka menyaksikannya, namun mereka kafir.

    Namun menurut AFP Fast Check, klaim foto yang beredar sudah diipastikan salah.

    Berdasarkan penelusuran AFP, foto tersebut menunjukkan Rima Ariadaeus, yang menurut para ahli merupakan sistem patahan serupa dengan yang ada di Bumi.

    Fakta Gambar Bulan Terbelah

    NASA juga membantah klaim tersebut, dengan mengatakan tidak ada bukti ilmiah bahwa Bulan terbelah menjadi dua bagian atau lebih.

    Postingan yang masih diunggah ulang hingga April 2022 itu mengklaim bahwa foto “garis retakan Bulan” diambil dari Apollo 10 dan Apollo 11.

    Gambar tersebut juga beredar bersamaan dengan klaim serupa dalam bahasa Indonesia, seperti di postingan Facebook dan di video YouTube yang telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali.

    Tapi lagi-lagi klaim tersebut dinyatakan salah.

    AFP melakukan pencarian gambar terbalik menelusuri sumber foto tersebut ke situs badan antaraiksa AS ,di mana gambar itu telah diunggah pada tahun 2002.

    NASA mengatakan foto yang beredar diambil oleh kru Apollo 10 pada Mei 1969, menunjukkan Rima Ariadaeus, sebuah parit panjang atau parit bulan.

    Sebagaimana dijelaskan oleh NASA, parit panjang seperti Rima Ariadaeus, diyakini merupakan patahan yang terbentuk akibat aktivitas tektonik.

    Beberapa ilmuwan percaya bahwa sungai linier mungkin terbentuk setelah peristiwa tumbukan besar, sementara yang lain percaya bahwa sungai tersebut adalah terbentuk sebagai manifestasi permukaan sistem tanggul yang dalam ketika bulan masih aktif secara vulkanik.

    Para ahli sepakat bahwa Rima Ariadaeus, yang panjangnya sekitar 300 km adalah sistem patahan yang mirip dengan yang ada di Bumi.




    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.