Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bu Rudy Curhat Diejek Jadul, Kini Jualan Sambal Pakai Ini
    Insight News

    Bu Rudy Curhat Diejek Jadul, Kini Jualan Sambal Pakai Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Juli 2023Updated:5 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bu Rudy, pemilik Sambal Bu Rudy mau tak mau masuk ke dunia teknologi yang belum pernah dia gunakan sebelumnya. Sebagai cara memasarkan bisnisnya, dia akhirnya belajar menggunakan platform WhatsApp.

    Dia bercerita, cara pemasarannya yang memasang iklan di koran disebut anaknya sebagai jadul. Dengan WhatsApp, bisnisnya dapat dilihat oleh banyak orang.

    “Kalau mikir ke jaman dulu kita nunggu pelanggan. Perubahan jaman 60 tahun lalu dan sekarang jauh beda banyak. Sekarang melalui Whatsapp saya asalnya ga mengerti sama sekali. Bisnis hari ini dulu dan hari ini enggak sama. Pelanggan yang cari kita. Kita enggak perlu cari pelanggan,” jelas Bu Rudy, dalam acara WhatsApp MSME Summit 2023, di Jakarta (27/6/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menjelaskan jika pegawainya yang mengunduh WhatsApp. Pegawainya itu juga yang bertugas mengajari bu Rudy cara menggunakannya.

    Dalam acara yang sama, Co-founder Hijack Sandals Fahmi Faisal juga menilai WhatsApp sangat penting untuk bisnis. Para pemilik bisnis bisa membangun komunikasi dengan calon pembelinya lewat aplikasi tersebut.

    Dari komunikasi itu, bisnis bisa lebih akrab dengan para pembelinya. Selain itu dia menjelaskan bisa menarik data yang bisa berguna untuk marketingnya.

    “Penting banget. Peran pengguna menyuarakan sesuatu harus didenger banget. Bisa bangun komunikasi di situ bisa lihat profile,” jelasnya.

    Pentingnya WhatsApp ini, Fahmi juga bercerita pihaknya melakukan quality control pada bahasa customer service (CS). Hal itu terus dilakukan hingga sekarang.

    “Sampai hari ini nge-QC (quality control) CS bahasa nya sampai sekarang. Ini bahasa salah, karena sepenting ini,” ungkap Fahmi.

    Pada awal Hijack Sandals, dia yang memegang langsung kanal WhatsApp. “Empat tahun jadi CS,” kata dia.



    Artikel Selanjutnya


    Ciri WhatsApp Disadap & Dibajak Terlihat Jelas di HP Anda


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.