Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bocoran Teten, TikTok Dekati 5 Ecommerce RI
    Insight News

    Bocoran Teten, TikTok Dekati 5 Ecommerce RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2023Updated:19 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok disebut tengah mendekati Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli untuk menjadi mitra. Kabar ini disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki.

    Dalam wawancara yang dikutip Reuters, Teten mengungkapkan bahwa TikTok telah berdiskusi dengan 5 perusahaan ecommerce Indonesia termasuk Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli. Dua perusahaan lain tidak disebut olehTeten.

    Berdasarkan hasil riset Momentum Works, lima perusahaan ecommerce teratas di Indonesia adalah Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Shopee dan Tokopedia bersaing ketat memimpin pasar belanja online RI yang nilainya mencapai US$ 51,9 miliar atau nyaris menyentuh Rp 775 triliun sepanjang 2022.

    Shopee, anak usaha Sea Ltd yang bermarkas di Singapura, menguasai 36 persen dari total GMV ecommerce RI. Tokopedia yang kini telah merger dengan Gojek menjadi GoTo, menguasai 35 persen GMV.

    Dua ecommerce berikutnya juga bersaing ketat di papan tengah, yaitu Bukalapak dan Lazada. Keduanya membukukan market share 10 persen pada 2022. TikTok Shop yang sudah ditutup di Indonesia menguasai 5 persen GMV pada 2022, diikuti oleh Blibli sebesar 4 persen.

    “Beberapa perusahaan ecommerce di Indonesia telah berdiskusi dengan TikTok,” kata Teten, dikutip dari Reuters pada Rabu (15/11/2023).

    TikTok Shop ditutup pada Oktober setelah Kementerian Perdagangan menerbitkan revisi regulasi soal ecommerce yang isinya melarang platform media sosial beroperasi sekaligus sebagai ecommerce serta melarang penguasaan data lintas platform oleh perusahaan yang sama.

    Menurut sumber Reuters, TikTok dan YouTube mempertimbangkan untuk mengajukan izin ecommerce di Indonesia mengikuti jejak Meta, induk usaha Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

    Teten menyatakan bahwa ia diberikan tugas oleh Presiden Jokowi untuk merancang aturan ecommerce. Ia dijadwalkan bertemu CEO TikTok Shou Zi Chew dalam waktu dekat.

    “Saya mau mereka untuk berkomitmen membangun bisnis yang berkelanjutan yang tidak merugikan produk UMKM,” kata Teten.

    Teten juga mengusulkan penerbitan aturan tambahan terkait produk impor lewat eocmmerce.


    Artikel Selanjutnya


    Teten: TikTok Monopoli, Dilarang Sekaligus Medsos-Ecommerce

    (dem/dem)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.