Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bill Gates Ungkap Tanda Kiamat Makin Dekat, Singgung Indonesia
    Insight News

    Bill Gates Ungkap Tanda Kiamat Makin Dekat, Singgung Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Mei 2024Updated:12 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bill Gates sempat menyinggung Indonesia dalam unggahan di blognya. Saat itu dia menuliskan soal ‘tanda-tanda kiamat’ dalam hal ini adalah perubahan iklim, suhu dan tanda-tanda di sekitarnya.

    Salah satu yang disoroti adalah produksi lemak minyak dari hewan dan tumbuhan. Dari 51 miliar ton gas rumah kaca, 7% berasal dari produksi lemak.

    Angka itu perlu ditekan menjadi nol untuk menyelesaikan masalah perubahan iklim. Di sisi lain, pendiri Microsoft itu menyadari tidak bisa menghilangkan konsumsi lemak hewan untuk manusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lemak hewan diketahui menyimpan nutrisi dan kalori, keduanya sangat dibutuhkan oleh manusia. Gates mengatakan solusi menghasilkan lemak sudah ditemukan oleh startup bernama Savor.

    Penciptaan lemak berasal dari proses dengan karbondioksida dari udara dan hidrogen dari air. Berikutnya senyawa dipanaskan dan dioksidasi yang akhirnya memisahkan komponen asam untuk menciptakan formulasi lemak.

    Gates, yang juga menjadi investor di startup itu, mengatakan lemak yang dihasilkan Savor memiliki molekul yang sama dengan yang ditemukan pada susu, keju, sapi, dan minyak nabati.

    Selain produksi lemak hewan, minyak sawit juga berdampak pada perubahan iklim. Bukan hanya pada penggunaanya, namun cara menghasilkan minyak sawit.

    Kebanyakn jenis sawit asli berasal dari Afrika Barat dan Tengah, namun tidak banyak tumbuh di wilayah lain. Pohon penghasilnnya tumbuh di wilayah yang dilewati garis khatulistiwa. “Hal ini menyebabkan penggundulan hutan di area-area khatulistiwa untuk mengkonversinya menjadi lahan sawit,” kata Gates.

    Aktivitas ini berdampak besar pada perubahan iklim. Misalnya pembakaran hutan menciptakan emisi di atmosfer dan meningkatkan suhu.

    Dia menyinggung kehancuran di Malaysia dan Indonesia tahun 2018 sudah cukup besar. Bahkan saat dibandingkan dengan emisi yang dihasilkan wilayah lain.

    “Pada 2018, kehancuran yang terjadi di Malaysia dan Indonesia saja sudah cukup parah hingga menyumbang 1,4% emisi global. Angka itu lebih besar dari seluruh negara bagian California dan hampir sama besarnya dengan industri penerbangan di seluruh dunia,” Gates menjelaskan.

    Namun Gates mengatakan tak bisa menggantikan peranan minyak sawit. Karena sifat komoditas yang murah, tidak berbau, dan melimpah.

    Sejumlah perusahaan berusaha untuk membuat alternatif minyak sawit. C16 Biosciences, misalnya, mengembangkan produk dari mikroba ragi liar dengan fermentasi dan tidak menghasilkan emisi.




    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.