Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Begini Cara Kerja Penangkal Rudal Canggih Israel Iron Dome
    Insight News

    Begini Cara Kerja Penangkal Rudal Canggih Israel Iron Dome

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 April 2022Updated:13 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sistem pertahanan rudal Iron Dome milik Israel telah berusia lebih dari 10 tahun. Bagaimana kecanggihan alat tersebut?

    Science Howstuffworks menuliskan sistem Iron Dome dibangun oleh perusahaan pertahanan Amerika bekerja sama dengan kontraktor pertahanan Israel Rafael Advanced Defense Systems.

    “Iron Dome mendeteksi, menilai, dan mencegah berbagai target jarak pendek seperti roket, artileri, dan mortir. Efektif siang hingga malam dan dalam semua kondisi cuuaca, termasuk awan rendah, hujan, badai, debu dan kabut,” tulis Raytheon, dikutip Selasa (12/4/2022).

    “Ini merupakan fitur peluncur multimisi pertama dari jenisnya yang didesain untuk menembakkan beragam rudal pencegat”.

    Iron Dome terdiri dari tiga bagian utama. Radar canggih mendeteksi ancaman yang masuk, sistem kontrol dikembangkan oleh perusahaan Israel mPrest menganalisis secara instan.

    Senjata ini juga memiliki firing unit bergerak, yang bisa menampung 20 roket Tamir untuk mencegah tembakan yang masuk. Israel kabarnya memiliki beberapa perangkat mobile ini, yang punya jangkauan sekitar 155 kilometer dan bernilai US$10 juta per unit.

    Alat tersebut sangat efektif karena sangat cepat membedakan antara situasi ancaman seperti roket yang mengarah ke kota, pangkalan militer, atau pasukan dengan situasi bukan ancaman seperti sekawanan burung atau roket yang hanya melintas.

    Iron Dome akan menembakkan roket pencegat Tamir yang disesuaikan kebutuhannya. Raytheon mengklaim Iron Dome didesain mendeteksi ancaman dari jarak 4 hingga 70 kilometer.

    Ian Williams dari Program Keamanan Internasional di Pusat Studi Strategis & Internasional di Washington memuji bagian komando dan kontrolnya.

    “Bisa dikatakan salah satu elemen paling mengesankan dari sistem ini merupakan komando dan kontrolnya,” ujarnya.

    “Roket-roket ini bergerak dengan sangat cepat. Titik tubruknya sangat singkat, dari hitungan menit hingga detik. Lalu, roket yang meluncur tidak hanya satu dua, tetapi 10 dan 20, 30, atau lebih”.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/dem)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.