Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Beda Nasib Ojol Antar Barang, Bolak Balik Cuma Dapet Segini
    Insight News

    Beda Nasib Ojol Antar Barang, Bolak Balik Cuma Dapet Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2022Updated:1 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tarif ojek online (ojol) masih menjadi polemik tersendiri. Sejumlah driver meminta jika ada kenaikan tarif untuk diberlakukan pada semua layanan, yakni pengantaran barang, makanan, dan penumpang.

    Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati menjelaskan tarif pada pengantaran barang dan makanan diatur secara semena-mena oleh pihak aplikator. Dia mencontohkan ada kasus di mana driver mengantar barang ke beberapa lokasi namun hanya mendapatkan Rp 39 ribu.

    “Kami mendapat kasus pelanggaran tarif pada layanan pengantaran barang. Seorang driver diharuskan mengantarkan 7 barang dengan menjalani ke 14 lokasi penjemputan dan pengantaran, dengan mendapat imbalan hanya sebesar Rp. 39.300,” kata Lily dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (1/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia meminta untuk pemerintah dapat memanggil aplikator terkait pelanggaran tarif dan potongan yang melebihi aturan. Serta juga menghadirkan pihaknya dalam perundingan membahas hal tersebut.

    Selain itu, para driver juga menuntut adanya potongan aplikator. Yakni meminta pemerintah dapat menindak dan memberikan sanksi pada aplikator yang memotong lebih dari 20%.

    Kementerian Perhubungan juga diminta menurunkan potongan aplikator, dari semulai 20% menjadi 10%. Sebab yang terjadi sekarang besaran tersebut memberatkan para driver karena juga menanggung biaya lain untuk operasionalnya.

    “Untuk itu kami menuntut pemerintah menetapkan potongan aplikator sebesar 10%. Karena selama ini dengan potongan 20% sangat memberatkan pengemudi ojol yang telah menanggung banyak biaya seperti biaya BBM, parkir, servis, suku cadang, paket data, ganti ban, dan biaya lainnya,” kata Lily.

    Tuntutan lainnya adalah driver diminta bisa diakui dan diangkat menjadi pekerja tetap. Status mitra saat ini dirasa hanya modus aplikator agar tidak memenuhi kewajiban hak sebagai pekerja, ungkapnya.

    Hak driver dihilangkan sebagai pekerja. Misalnya tidak ada jaminan waktu dan hari kerja. Pengemudi perempuan tidak bia mendapatkan hak cuti haid, menyusui dan keguguran.

    “Kami juga menolak kenaikan harga BBM yang akan naik pada 1 September 2022. Karena ini akan semakin memberatkan pengemudi ojol telah menanggung biaya operasional harian. Dan juga otomatis akan memberatkan masyarakat juga dan akan berdampak pada penurunan order,” ungkap Lily.


    Artikel Selanjutnya


    AirAsia Indonesia Buka Suara Soal Gaji Ojek Online Rp 10 Juta

    (npb/roy)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.