Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak yang Salah Bilang Air Tidak Berwarna, Begini Faktanya
    Insight News

    Banyak yang Salah Bilang Air Tidak Berwarna, Begini Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 September 2024Updated:24 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Air ternyata berwarna biru. Warna biru air di laut dan sungai bukan hanya berasal dari pantulan warna langit yang cerah. 

    Menurut IFL Science, warna biru pada air memang tak kentara. Namun, air selalu berwarna biru meskipun berada di wadah transparan seperti gelas dan di dalam ruang tanpa bayangan langit.

    Warna pada air, seperti warna pada benda apapun di dunia, berasal dari interaksi antara sebuah benda dengan cahaya. Daun, misalnya, berwarna hijau karena menyerap semua spektrum cahaya kecuali hijau. Cahaya hijau dipantulkan daun ke mata manusia sehingga daun “tampak berwarna hijau.”

    Secara lebih detail, warna dihasilkan oleh interaksi antar-elektron dengan foton. Elektron adalah partikel negatif yang mengelilingi atom, sedangkan foton adalah partikel cahaya.

    Interaksi antara elektron dan foton beragam sehingga cahaya bisa diserap, dipantulkan sebagian, hingga dibaurkan.

    Cahaya juga bisa terpencar dalam bentuk fenomena yang disebut sebagai hamburan Rayleigh. Cahaya putih matahari terpencar ke berbagai sudut yang berbeda di dalam atmosfer Bumi.

    Namun, tiap warna (yang ditentukan oleh panjang gelombang) foton, punya interaksi yang berbeda dengan atomsfer. Atomsfer Bumi menghamburkan cahaya gelombang pendek dengan lebih efisien. Karena biru adalah warna dengan gelombang terpendek, biru menjadi warna paling dominan di atmosfer Bumi. Oleh karena itu, langit berwarna biru pada siang hari.

    Pada saat matahari terbit atau terbenam, cahaya bersinar mendatar searah permukaan Bumi sehingga warna merah dan kuning lebih dominan.

    Interaksi cahaya dengan air sedikit berbeda. Molekul air “ujung merah” di spektrum cahaya yang terlihat oleh manusia diserap oleh air. Namun, penyerapan gelombang merah ini bukan alasan air berwarna biru.

    Sebagian gelombang yang terserap air, membuat molekul air bergetar sehingga memberikan air warna biru. Buktinya, air berat yang memiliki susunan serupa dengan air selalu jernih tidak berwarna. Karena molekul air “yang lebih ringan” bisa bergetar lebih kencang di frekuensi lebih tinggi, warna dari getaran molekul air bisa terlihat. Di sisi lain, gelombang warna biru akibat getaran di air berat berfrekuensi terlalu rendah sehingga tidak terlihat oleh mata manusia.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Menilik Kesiapan Industri Kesehatan RI Adopsi Teknologi Digital





    Next Article



    Fakta Ngeri Bayangan Manusia Nongol di Bekas Bom Hiroshima



    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.