Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bankir Wall Street Dihantui Razia WhatsApp, Ada Masalah Apa?
    Insight News

    Bankir Wall Street Dihantui Razia WhatsApp, Ada Masalah Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Agustus 2022Updated:18 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Manajer aset memperketat kendali pada penggunaan alat komunikasi pribadi seperti WhatsApp. Hal yang sama yang dilakukan bank dalam memastikan karyawan mematuhi aturan saat mereka melakukan bisnis dengan klien dari jarak jauh.

    Regulator sudah mulai menekan penggunaan alat perpesanan yang tidak sah untuk membahas masalah yang berpotensi menggerakkan pasar. Namun, masalah ini makin mendesak ketika pandemi Covid-19 yang memaksa lebih banyak staf keuangan untuk bekerja dari rumah.

    Sebagian besar perusahaan yang tertangkap dalam penyelidikan komunikasi dan pencatatan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) adalah bank yang secara kolektif telah didenda US$1 miliar untuk menutupi sanksi peraturan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, perusahaan dana dengan aset miliaran dolar juga meningkatkan pengawasan mereka tentang bagaimana staf dan klien berinteraksi.

    “Ini adalah topik terpanas di industri saat ini,” kata seorang bankir, yang menolak disebutkan namanya, dilansir dari Reuters, Kamis (18/8/2022).

    Reuters melaporkan tahun lalu SEC sedang mencari tahu apakah bank-bank Wall Street telah mendokumentasikan komunikasi yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan secara memadai dan JPMorgan didenda US$200 juta pada bulan Desember karena gagal menjalankan kewajiban tersebut.




    Ini adalah topik terpanas di industri saat iniBankir di Wall Street

    Manajer aset Jerman DWS mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya telah menyisihkan 12 juta euro hanya untuk menutupi potensi denda AS terkait dengan penyelidikan penggunaan perangkat yang tidak disetujui.

    Mereka bergabung dengan sejumlah bank yang membuat ketentuan serupa, termasuk Bank of America, Morgan Stanley dan Credit Suisse.




    Foto: Ilustrasi WhatsApp (AP/Patrick Sison)

    Sumber di beberapa perusahaan investasi lain, termasuk Amundi, AXA Investment Management, BNP Paribas Asset Management dan JPMorgan Asset Management, mengatakan bahwa mereka telah menggunakan alat untuk menjaga semua komunikasi antara staf dan klien sesuai.

    Juru bicara SEC dan CFTC menolak mengomentari apakah penyelidikan mereka dapat melampaui bank, tetapi sumber industri mengharapkan pihak berwenang untuk memberikan jaring mereka lebih luas di industri keuangan dan bahkan ke pemerintah.

    Bulan lalu, Kantor Komisaris Informasi Inggris (ICO), pengawas perlindungan data teratas negara, menyerukan peninjauan terhadap penggunaan WhatsApp, email pribadi, dan aplikasi perpesanan lainnya oleh pejabat pemerintah setelah penyelidikan menemukan keamanan data yang tidak memadai selama pandemi.


    Artikel Selanjutnya


    Cara Melihat Siapa yang Menyadap Whatsapp Kita, Bye Penguntit

    (dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.