Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Melanda TikTok, 700 Orang Mau Digantikan dengan AI
    Insight News

    Badai PHK Melanda TikTok, 700 Orang Mau Digantikan dengan AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Oktober 2024Updated:12 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok dilaporkan baru saja merumahkan 700 karyawannya di Malaysia. PHK itu berdampak sebagian besar pada mereka yang terlibat dalam operasi moderasi konten.

    TikTok mengonfirmasi PHK tersebut, namun mengatakan jumlahnya kurang dari 500 karyawan. Melansir Reuters, Tiktok juga mengonfirmasi ada ratusan karyawan secara global diperkirakan akan kena PHK.

    Sumber mengatakan mereka yang terdampak telah diberikan informasi soal pemecatan melalui email pada Rabu (12/10/2024).

    PHK ini terkait penggunaan AI yang lebih besar untuk moderasi konten. TikTok menggunakan metode campuran manusia dan deteksi otomatis untuk meninjau konten dalam platform.

    “Kami membuat perubahan ini sebagian upaya berkelanjutan untuk memperkuat model operasi global dalam moderasi konten,” kata juru bicara Tiktok dikutip dari Reuters, Sabtu (12/10/2024).

    Selain itu, TikTok juga berencana melakukan lebih banyak PHK pada bulan depan. Salah satu sumber menjelaskan ini terjadi dengan tujuan melakukan konsolidasi untuk beberapa operasi regionalnya.

    Anak perusahaan Bytedance akan berinvestasi senilai US$2 miliar secara global sepanjang tahun ini. Tujuannya terkait kepercayaan dan keamanan platform.

    Sementara itu, PHK di Malaysia dilaporkan terjadi karena perusahaan menghadapi tekanan regulasi lebih besar di sana. Yakni pemerintah meminta media sosial mengajukan izin operasi.

    Izin operasi itu diberlakukan sejak Januari lalu. Pemerintah bertujuan pendaftaran dilakukan sebagai upaya memerangi pelanggaran di dunia internet.

    Pemantauan media sosial didorong untuk ditingkatkan. Sebab laporan di Malaysia menyebutkan terdapat peningkatan tajam pada konten yang berbahaya selama tahun 2024.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tren Tiktoker “Ngamen” Live Streaming, Fenomena Baru di BKT




    Next Article



    Muncul Aplikasi China ‘Pembunuh’ UMKM RI, Pemerintah Siap Hadang!



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.