Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Makin Parah, Raksasa Cloud Pecat 528 Karyawan
    Insight News

    Badai PHK Makin Parah, Raksasa Cloud Pecat 528 Karyawan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Oktober 2024Updated:31 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai PHK masih bergerak kencang di industri teknologi. Dropbox jadi perusahaan terbaru yang memutuskan mengurangi 20% atau 528 karyawannya.

    CEO Dropbox Drew Houston mengaku bertanggung jawab dengan keadaan tersebut. Dia juga menyebut keputusan perusahaan yang bergerak sebagai penyedia data berbasis web sebagai ‘masa transisi.

    PHK itu dilakukan pada area dengan investasi berlebih. Dropbox juga akan merancang struktur tim lebih daftar dan efisien.

    “Sebagai CEO, saya bertanggung jawab penuh keputusan dan keadaan yang menyebabkannya. Dan saya benar-benar minta maaf pada mereka yang terdampak,” kata Houston dalam surat kepada staf, dikutip dari Tech Crunch, Kamis (31/10/2024).

    “Pasar bergerak cepat dan investor memberikan ratusan juta dolar pada sektor ini. Di mana memvalidasi peluang yang kami kejar dan perlu urgensi yang lebih besar, investasi yang agresif dan tindakan yang tegas,” jelas dia menambahkan.

    Dropbox juga telah menyiapkan sejumlah dana untuk memangkas karyawannya. Dalam pengajuan SEC, diperkirakan akan ada pengeluaran US$63-68 juta (Rp 988,5 miliar-Rp 1,06 triliun) untuk PHK.

    Uang itu akan digunakan untuk pesangon dan tunjangan karyawan yang terdampak. Sekitar US$47 hingga US$52 juta (Rp 737,4 miliar-Rp 815,9 miliar) disiapkan sebagai biaya tambahan.

    Biaya-biaya itu akan dibayarkan dropbox dalam dua tahap. Sebagian besar pada kuartal IV-2024 dan sisanya setengah tahun pertama 2025.

    Dropbox harus menghadapi pasar yang sengit dalam layanan penyedia data. Perusahaan kalah dari pesaing lainnya seperti Box dan Google Drive.

    Jumlah pengguna barunya juga hanya 63 ribu pada laporan kuartal fiskal terbarunya. Pertumbuhannya pada Q2-2024 juga tercatat sebagai yang terendah hanya 1,9% secara tahunan menjadi US$634,5 juta (Rp 9,9 triliun).

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: China Racik Virus Mematikan Baru





    Next Article



    Badai PHK Menggila, Microsoft-Google Kompak Pangkas Ratusan Karyawan



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.