Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Makin Kencang, PayPal Pangkas 2000 Karyawan
    Insight News

    Badai PHK Makin Kencang, PayPal Pangkas 2000 Karyawan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Februari 2023Updated:1 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Layanan pembayaran online, PayPal, mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk 2.000 karyawannya. Angka itu setara dengan 7% keseluruhan tenaga kerjanya.

    Hal ini disampaikan melalui laman resmi perusahaan. Presiden dan CEO PayPal, San Schulman, mengatakan bahwa langkah ini peru diambil untuk menjawab tantangan iklim ekonomi makro yang tak stabil.

    Ia juga sesumbar bahwa perusahaan telah melakukan berbagai upaya sebelum tiba di keputusan PHK. Mulai dari fokus ke inti bisnis, hingga restrukturisasi pengeluaran agar lebih efisien.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Perubahan memang sulit, terutama ini menyangkut karyawan kualitas tinggi yang kami miliki, serta perpisahan dengan rekan-rekan seperjuangan,” kata dia tentang PHK, dikutip dari CNBC International, Rabu (1/2/2023).

    PHK PayPal menambah daftar panjang raksasa teknologi yang merumahkan karyawan. Sebelumnya, Workday telah lebih dulu memangkas 525 karyawan.

    Awal bulan ini, Google juga PHK 12.000 karyawan, berikut Microsoft yang mengumumkan PHK 10.000 karyawan. Salesforce pun tak ketinggalan PHK 7.000 karyawan.

    Di Indonesia, layanan e-commerce JD.ID bahkan menutup layanannya per 31 Maret mendatang. Sebelumnya, PHK beruntun telah dilakukan pada Mei dan Desember 2022 lalu.

    Pada laporan keuangan Q3, pendapatan PayPal bertumbuh lebih dari prediksi. Namun, sahamnya turun setelah analis memperkirakan pendapatan PayPal akan turun di Q4. PayPal rencananya akan merilis pendapatan Q4 2022 pada 9 Februari mendatang.

    CFO PayPal, Gabrielle Rabinovich, menjabarkan proyeksi perusahaan di 2023. Menurut dia, perusahaan telah mempersiapkan diri menghadapi iklim ekonomi yang melambat dengan terus berupaya menelurkan strategi terbaik.

    “Kami beroperasi di bawah tekanan inflasi, di mana pertumbuhan upah riil akan terus negatif untuk jangka waktu tertentu,” ia menjelaskan.

    “Kami terus menavigasi kondisi ini sebaik mungkin. Kami telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk pertumbuhan volume dan pendapatan dari sudut pandang margin operasi,” ia menambahkan.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.