Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Kena Prank Elon Musk
    Insight News

    Awas Kena Prank Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2023Updated:11 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Harga layanan internet Starlink di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 2-3 juta. Pengamat Teknologi dan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengingatkan jangan sampai pemerintah kena prank Elon Musk lagi.

    Elon Musk adalah pendiri SpaceX, perusahaan di balik Starlink. Ia diketahui berkali-kali didekati pemerintah untuk berinvestasi di Indonesia. Namun, hingga kini kepastiannya masih menggantung.

    Heru menjelaskan izin Starlink masuk ke Indonesia kemungkinan merupakan taktik pemerintah agar Tesla jadi berinvestasi. Pasalnya, Malaysia sudah lebih dulu mendapatkan investasi besar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita seperti dikesampingkan padahal kan sudah lebih dulu approach, punya nikel banyak dan ngebet mendapat investasi dari Elon Musk,” kata Heru kepada CNBC Indonesia, Kamis (7/9/2023).

    Starlink nampaknya jadi alat ‘pembujuk’. Heru mengatakan sah saja strategi ini dilakukan asalkan tidak mengorbankan kepentingan nasional.

    “Apalagi, apakah memang dapat dipastikan jika Starlink bebas jualan di Indonesia, investasi Elon Musk dapat terwujud. Jangan-jangan nanti kita kena prank,” jelasnya.

    Soal harga, nampaknya Starlink akan menyasar kantor yang ada di pedalaman maupun offshore. Heru mengatakan mereka berani membayar lebih banyak karena membutuhkan infrastruktur internet broadband.

    Saat ditanya apakah kedatangan Starlink perlu ditakutkan operator dalam negeri, Heru mengiyakan. Ini bisa terjadi jika jaringan internet satelit itu diberikan karpet merah, sementara aturan untuk pemain dalam negeri cukup ketat.

    “Kalau diberi karpet merah perlu ditakutkan karena kan operator aturannya di Indonesia sangat ketat, ada BHP segala macam,” kata Heru.

    “Kalau Starlink melenggang tanpa kewajiban sebagaimana dikenakan operator lain akan terjadi ketidaksamaan level playing field,” ia memungkasi.


    Artikel Selanjutnya


    Beri Pelajaran AS, Rusia Hancurkan Stasiun Starlink Ukraina

    (npb/npb)


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.