Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Google Search Juga Jadi Alat Maling Digital Buat Kuras Rekening
    Insight News

    Awas Google Search Juga Jadi Alat Maling Digital Buat Kuras Rekening

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2024Updated:8 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Modus penipuan di ruang digital semakin beragam. Selain platform WhatsApp, saat ini fitur Google Search juga dimanfaatkan hacker sebagai  celah berbuat jahat.

    Modus penipuan melalui iklan jahat yang muncul di suatu website ini dijuluki malvertising.

    Sekitar September tahun lalu, perusahaan software keamanan siber Malwarebyte menemukan ada peningkatan 42% dari bulan ke bulan skema penipuan malvertising di AS.

    Semua jenis merek menjadi sasaran, baik untuk tujuan phishing atau untuk sekedar menyebarkan Malware.

    “Apa yang saya lihat hanyalah puncak gunung es,” kata Jérôme Segura, direktur senior penelitian di Malwarebytes, dikutip dari CNBC Internasional, dikutip Minggu  (8/9/2024).

    Banyak dari iklan jahat ini muncul sebagai konten bersponsor pada kueri di desktop atau perangkat seluler browser.

    Namun, kode berbahaya juga dapat disembunyikan dalam iklan yang muncul di situs web utama yang rutin dikunjungi konsumen.

    Beberapa iklan ini hanya akan menjerat konsumen yang mengkliknya. Tetapi dalam beberapa kasus, orang dapat menjadi rentan kena serangan dengan cara yang lebih pasif yaki hanya dengan mengunjungi situs yang terinfeksi.

    Malvertising bukanlah hal baru, tetapi penjahat dunia maya semakin pintar dan iklannya sering dibuat sangat realistis sehingga tidak sedikit yang terkecoh.

    Masalah ini diperburuk oleh fakta bahwa begitu banyak orang menggunakan dan mempercayai Google sebagai mesin pencari, tempat banyak iklan jahat dapat ditemukan.

    Pada dasarnya, iklan jahat juga dapat muncul dalam pencarian menggunakan mesin pencari lain seperti Bing milik Microsoft.

    Hanya saja Google adalah mesin pencari yang sangat banyak digunakan orang. “Anda melihat sesuatu muncul pada pencarian Google, Anda menganggapnya sebagai sesuatu yang valid,” kata Stuart Madnick, profesor teknologi informasi di MIT Sloan School of Management.

    Konsumen dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari upaya malvertising. Misalnya, hindari mengeklik tautan sponsor yang muncul selama Anda browsing di internet.

    Jika Anda mengeklik tautan sponsor, periksa URL di bagian atas halaman web untuk memastikan bahwa tautan tersebut benar-benar alamat yang dituju sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

    (mkh/mkh)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Adopsi AI di Dunia Medis, RI Bakal Saingi Malaysia & Singapura




    Next Article



    Kisah Miris Pedagang Kue Lebaran Ditipu Pakai Kode QR



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.