Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AS Izinkan Tes Covid-19 Lewat Napas, Serupa dengan GeNose?
    Insight News

    AS Izinkan Tes Covid-19 Lewat Napas, Serupa dengan GeNose?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 April 2022Updated:18 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) punya cara baru untuk menguji Covid-19 yakni melalui pernapasan. Teknologi ini baru saja mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Food and Drug Administration atau FDA AS.

    “Otorisasi hari ini merupakan contoh lain dari inovasi cepat yang terjadi dengan tes diagnostik untuk Covid-19,” kata direktur Pusat Perangkat dan Kesehatan Radiologi FDA, Jeff Shuren, dikutip dari laman resmi FDA, Senin (18/4/2022).

    “FDA terus mendukung pengembangan tes Covid-19 baru dengan tujuan memajukan teknologi yang bisa membantu mengatasi pandemi saat ini, serta menempatkan AS dengan lebih baik pada keadaan darurat kesehatan masyarakat”.

    Lembaga itu memberikan sejumlah syarat untuk tes bisa dilakukan. Misalnya tempat tes Covid-19 itu dilakukan di lingkungan spesimen pasien dikumpulkan dan dianalisis. Ini bisa di kantor dokter, rumah sakit dan tempat mobile testing.

    Selain itu tes Covid-19 melalui pernapasan dilakukan oleh operator terlatih dengan kualifikasi di bawah penyedia layanan kesehatan dengan izin. Selain itu juga bisa berasal dari penyedia yang memiliki wewenang oleh undang-undang negara bagian meresepkan tes dan bisa memberikan hasil dalam waktu kurang dari tiga menit.

    Alat itu bernama InspectIR Covid-19 Breathalyzer. Ini telah diuji dalam sebuah penelitian pada 2.409 orang. Peserta pengujian itu juga terdiri di antaranya adalah pasien Covid-19 dengan gejala dan tanpa gejala (OTG).

    Dalam studi, tes memiliki sensitivitas 91,2% (persentase sampel positif yang diidentifikasi dengan benar oleh tes) serta spesitivitas 99,3% (persentase sampel negatif yang diidentifikasi dengan benar).

    Selain itu, studi juga menunjukkan populasi dengan 4,2% individu yang positif tes punya nilai prediksi negatif 99,6%. Artinya orang yang hasil tesnya negatif terdektsi benar-benar negatif di daerah rendah prevalensi penyakit.

    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.