Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Setop Jual iPhone di Rusia, Samsung Cs Ikut Juga?
    Insight News

    Apple Setop Jual iPhone di Rusia, Samsung Cs Ikut Juga?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Maret 2022Updated:4 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Serangan Rusia ke Ukraina membuat Apple memutuskan menghentikan menjual produk-produknya termasuk iPhone di Rusia. Lalu bagaimana dengan pembuat smartphone lain?

    Menurut Kepala Analisis CCS Insight, Ben Wood, tindakan itu memberi tekanan pada saingan Apple seperti Samsung. “Penting bagi mereka untuk membuat pernyataan,” ujarnya dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (4/3/2022).

    “Mereka memimpin dari depan,” tambah Ben Wood, dan juga menambahkan beberapa saingan Apple menjual dengan volume produk yang signifikan di Rusia.

    CNBC Internasional melaporkan pihak Samsung tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.

    Sebagai informasi, iPhone menyumbang sekitar 15% dari pasar smartphone Rusia. Counterpoint Research melaporkan Apple menjual 32 juta iPhone di negara yang dipimpin Vladimir Putin selama tahun 2021.

    Selain menghentikan penjualan produknya, perusahaan asal Cupertino Amerika Serikat (AS) itu juga menghapus outlet berita yang dikendalikan negara dari App Store di negara-negara seluruh dunia kecuali Rusia. Aplikasi tersebut seperti RT News dan Sputnik News.

    Ben Wood mengatakan Apple berada dalam posisi kuat untuk mengambil tindakan. “Ini adalah pemain besar di ruang teknologi dan salah satu perusahaan paling berharga di dunia,” jelasnya.

    Sementara menurut analis utama di Moor Insights and Strategy, Anshel Sag, langkap Apple bisa memaksa orang lain mengikutinya. Untuk dampak, menurutnya tidak terlalu berdampak sebab Rusia bukanlah pasar utama untuk Apple.

    Sementara itu Benedict Evans selaku analis teknologi dan investor mengatakan sanksi keuangan dan volatilitas mata uang mungkin juga mempersulit Apple menjual produknya di Rusia.

    “Rubel turun 30% kemarin (hari Selasa) jadi tidak jelas berapa harga yang harus mereka kenakan untuk iPhone, dan sanksi perbankan membuat sulit atau tidak mungkin mengirimkan uang tunai dari penjualan luar negeri,” jelas Evans.

    “Jadi terlepas dari politik apapun, ada kesulitan praktis yang besar bagi siapapun mengimpor barang ke Rusia saat ini”.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.