Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Mulai Larang Warga Pakai TikTok, Takut Diintip China
    Insight News

    Amerika Mulai Larang Warga Pakai TikTok, Takut Diintip China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Mei 2023Updated:18 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok makin terancam di Amerika Serikat. Kini, pemerintah negara bagian Montana, telah menerbitkan regulasi melarang total TikTok digunakan oleh penduduknya.

    Gubernur Montana Greg Gianforte, seperti dilaporkan Reuters, menandatangani aturan larangan penggunaan aplikasi TikTok di Montana pada Rabu (17/5/2023) waktu setempat. Montana menjadi negara bagian pertama yang menerapkan blokir total atas TikTok. 

    Alasan Montana melarang TikTok adalah untuk melindungi penduduknya dari ancaman penyadapan oleh intelijen China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pemerintah Montana melarang toko aplikasi Google yaitu Play Store dan toko aplikasi Apple yaitu App Store, menawarkan aplikasi TikTok di wilayah negara bagian tersebut. Namun, tidak ada hukuman atau penalti bagi penduduk Montana yang diketahui memiliki aplikasi TikTok di HP mereka.

    Larangan TikTok di Montana berlaku mulai 1 Januari 2024.

    TikTok adalah aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance. 

    TikTok sebelumnya telah menerbitkan pernyataan bahwa regulasi di Montana “melanggar hak penduduk Montana yang dilindungi oleh amandemen pertama konstutusi AS” dan bertekad untuk “terus bekerja untuk memperjuangkan hak pengguna di dalam dan di luar Montana.”

    Pengguna TikTok di Amerika Serikat mencapai 150 juta orang. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah dan badan legislatif AS telah menerapkan larangan penggunaan TikTok di perangkat milik pemerintah.

    Menurut Pew, seperti dikutip Reuters, 67 persen remaja AS berusia 13 hingga 17 tahun adalah pengguna TikTok. Sebanyak 16 persen dari remaja menyatakan mereka ada di TikTok terus menerus. Namun, TikTok menegaskan bahwa mayoritas pengguna mereka berusia di atas 18 tahun.

    Maret lalu, kongres AS memanggil CEO TikTok Shou Zi Chew ke Washington DC. Shou “disidang” oleh para anggota legislatif tentang akses pemerintah China ke data pengguna TikTok dan pengaruh Beijing terhadap perusahaan.

    TikTok telah berulang kali membantah bahwa pemerintah China pernah mengakses data pengguna mereka. Perusahaan tersebut juga menegaskan mereka akan menolak jika Beijing meminta data pengguna.

    Populasi di negara bagian Montana hanya sebanyak 1 juta orang. Jika tetap beroperasi di Montana atau melanggar aturan lain, pemerintah negara bagian akan mengenakan denda US$ 10 ribu per hari untuk tiap pelanggaran.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.