Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Ditinggal, Rusia Mau Bangun Stasiun Luar Angkasa Sendiri
    Insight News

    Amerika Ditinggal, Rusia Mau Bangun Stasiun Luar Angkasa Sendiri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2024Updated:8 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Rusia akan membangun stasiun luar angkasa orbital baru yang direncanakan pada 2030.

    Kepala badan antariksa Roscosmos, Yuri Borisov, telah menandatangani jadwal dengan 19 direktur perusahaan yang terlibat dalam pembuatan stasiun baru tersebut.

    Roscosmls mengonfirmasi rencana untuk meluncurkan modul ilmiah dan energi pertama pada tahun 2027. Sementara, tiga modul lagi akan diluncurkan tahun 2030 dan dua modul lainnya antara tahun 2031 dan 2033.

    Rusia hingga kini bermitra dengan Amerika Serikat dan negara lain di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

    Bidang antariksa menjadi salah satu dari sedikit kerjasama yang dijalin antara Rusia dan Amerika Serikat. Namun, sepertinya Rusia akan meninggalkan AS, apalagi keadaan hubungan mereka yang buruk sejak invasi Rusia ke Ukraina .

    Mengutip Reuters, Senin (8/7/2024), masa operasional Rusia di ISS telah berakhir beberapa waktu yang lalu. Saat itu, Moskow mengumumkan rencana pada 2022 untuk menarik diri dari proyek tersebut dan membangun stasiunnya sendiri.

    Awalnya, Rusia mengatakan akan meninggalkan ISS setelah 2024, tetapi tahun lalu mereka mengonfirmasi bahwa akan memperpanjang partisipasinya hingga 2028.

    Selain desain dan pembuatan modul, Roscomos mengatakan jadwal yang disetujui oleh Borisov mencakup uji terbang pesawat ruang angkasa berawak generasi baru dan pembangunan roket dan infrastruktur berbasis darat.

    Stasiun baru ini akan memungkinkan Rusia untuk menyelesaikan masalah-masalah pengembangan ilmiah dan teknologi, ekonomi nasional, dan keamanan nasional yang tidak tersedia di ISS, karena keterbatasan teknologi dan ketentuan-ketentuan perjanjian internasional.

    Rusia telah lama membanggakan program antariksanya sejak Perang Dingin, saat kosmonot Soviet Yuri Gagarin menjadi orang pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa pada tahun 1961.

    Namun, negara itu mengalami kemunduran besar tahun lalu dengan kegagalan misi bulan pertamanya dalam 47 tahun, saat wahana antariksa nirawaknya berputar di luar kendali dan menabrak permukaan bulan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: ANT Group Paparkan Urgensi “Super App” Bagi Korporasi





    Next Article



    NASA Temukan Harta Karun, Penduduk Bumi Bisa Mendadak Kaya Raya



    (fab/fab)

    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.