Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika-China Perang Chip, Tetangga RI Kebagian Pabrik Baru
    Insight News

    Amerika-China Perang Chip, Tetangga RI Kebagian Pabrik Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 September 2023Updated:12 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Produsen chip asal Amerika Serikat, GlobalFoundries mengumumkan rencana penambahan kapasitas pabrik di negara tetangga RI, Singapura. Ekspansi tersebut bakal menghabiskan modal US$ 4 miliar.

    GlobalFoundries menyatakan ekspansi di Singapura adalah langkah untuk menyesuaikan kemampuan produksi perusahaan terhadap permintaan yang tinggi secara global

    “Saya yakin dalam dekade selanjutnya, industri ini bakal berlipat ganda lagi,” kata CEO GlobalFoundries Thomas Caulfied kepada CNBC International, Selasa (12/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia menyatakan aplikasi baru dan penting dari kecerdasan buatan akan mengubah dunia. Perubahan ini membutuhkan dukungan lebih banyak chip.

    “[Permintaan dari industri] otomotif tetap kuat. Cloud untuk kecerdasan buatan juga kuat. Permintaan manufaktur bertahan. Semua terkait konsumer masih lemah,” kata Caulfield.

    GlobalFoundries adalah perusahan “pencetak chip” atau foundry yang bertindak sebagai produsen chip untuk perusahaan semikonduktor seperti Qualcom, Mediatek, dan NXP Semiconductor, yang memasok chip ke sekitar 200 pelanggan di seluruh dunia.

    Chip produksi GlobalFoundry digunakan di dalam HP, laptop, mobil, sistem realitas virtual, video game, speaker, serta infrastruktur pendukung AI dan 5G.

    Singapura sendiri adalah pemasok 11 persen dari semikonduktor yang digunakan oleh produsen elektronik di seluruh dunia.

    TSMC asal Taiwan dan Samsung asal Korea Selatan adalah dua perusahaan foundry terbesar dunia di atas GlobalFoundry yang ada di posisi ketiga.

    “Sebagai fasilitas semikonduktor paling canggih di Singapura, ekspansi ini menambah kapasitas produksi sebanyak 450 ribu wafer [300 mm] setiap tahun sehingga kapasitas produksi menjadi 1,5 juta wafer (300 mm) setiap tahun,” kata GlobalFoundries dalam siaran persnya.

    Fasilitas produksi chip baru akan menciptakan 1.000 lapangan kerja baru bergaji tinggi di Singapura, sebagian besar bertindak sebagai teknisi dan insinyur. Saat ini, GlobalFoundries mempekerjakan 4.500 orang di Singapura.

    GlobalFoundries termasuk dalam delegasi AS yang ikut ke Hanoi, Vietnam bersama Presiden AS Joe Biden. Biden dikabarkan berusaha meningkatkan peran negara lain sebagai pemasok chip untuk mengurangi ketergantungan industri teknologi global terhadap China.


    Artikel Selanjutnya


    Jepang Lumpuhkan Chip China, Ada Campur Tangan Amerika

    (dem)


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.