Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Sebetulnya Apple Guyur RI Rp 1,6 T Tanpa Bangun Pabrik iPhone
    Insight News

    Alasan Sebetulnya Apple Guyur RI Rp 1,6 T Tanpa Bangun Pabrik iPhone

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Mei 2024Updated:7 Mei 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan neraca perdagangan Indonesia tekor Rp 30 triliun akibat impor gadget seperti HP dan Laptop. Salah satu produk yang nilai impornya besar adalah iPhone, yaitu satu-satunya merek HP yang sampai saat ini belum ada pabriknya di Indonesia.

    Semua brand HP yang dijual di Indonesia kecuali iPhone, kini punya fasilitas perakitan lokal. Saingan utama Apple, Samsung, punya pabrik di Cikarang. Oppo merakit HP-nya di Cengkareng. Merek HP lain seperti Vivo dan Xiaomi diketahui bekerja sama dengan pabrik elektronik lokal di Batam.

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan alasan Apple masih boleh menjual iPhone di Indonesia meskipun tidak membangun pabrik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia menjelaskan bahwa Apple memiliki perjanjian dengan Kementerian Perindustrian untuk berinvestasi membangun infrastruktur pelatihan sumber daya manusia sebagai pengganti syarat komponen lokal.

    Apple telah mendirikan tiga pusat pelatihan yang diberi nama Apple Developer Academy yang berlokasi di BSD, Sidoarjo, dan Batam. Dalam waktu dekat, Apple akan mendirikan pusat pelatihan serupa di Bali.

    “Kita sudah sepakati membangun infrastruktur untuk pengembangan sumber daya manusia,” kata Agus. “Saya sudah di-brief, mereka akan mengambil tempat di Bali.”

    Jokowi menyampaikan keluhan soal impor gadget dalam acara peresmian Indonesia Digital Test House (IDTH) atau Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024).

    “Tapi sayangnya, ini sayangnya perangkat teknologi dan alat komunikasi yang kita pakai masih didominasi barang-barang impor dan nilai defisit perdagangan sektor ini hampir US$ 2,1 miliar atau lebih dari Rp 30 triliun,” katanya saat memberi sambutan.

    Selain itu Jokowi juga membeberkan permohonan uji perangkat juga produk impor. Dari catatanya produk dari China mencapai 3.046 perangkat, sedangkan Indonesia hanya 632 perangkat.

    “Sangat jauh sekali,” katanya.

    Jokowi juga memperoleh laporan bahwa perangkat Apple membutuhkan 320 supplier komponen dari dari banyak negara. Ia menjabarkan seperti Filipina ada 17 supplier, Malaysia 19 supplier, Thailand 24 supplier, Vietnam 72 supplier, sedangkan dari Indonesia hanya dua.

    Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan untuk berhati-hati dan waspada terhadap produk perangkat digital yang berkembang begitu pesat. Perkembangan teknologi ini menawarkan kemudahan dan efisiensi yang dapat merubah cara-cara masyarakat dalam bekerja.

    Alasan Apple investasi di Indonesia

    Aturan yang digunakan oleh Apple adalah Permenperin no. 29/2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

    Dalam Pasal 35 aturan tersebut, tertera skema penghitungan TKDN berbasis pengembangan inovasi. TKDN ditetapkan berdasarkan nilai investasi.

    Investasi pengembangan inovasi senilai Rp 250 miliar hingga Rp 400 miliar diberikan TKDN 20 persen. Investasi hingga Rp 550 miliar diberikan TKDN sebesar 25 persen. TKDN 30 persen diberikan kepada investasi hingga Rp 700 miliar, sedangkan investasi hingga Rp 1 triliun mendapatkan TKDN 35 persen.

    Untuk mendapatkan TKDN 40 persen, investasi yang dikucurkan untuk pengembangan inovasi harus melebihi Rp 1 triliun.

    TKDN untuk investasi tersebut hanya berlaku selama 3 tahun, kemudian bisa diperpanjang untuk periode 3 tahun setelahnya. Dalam setiap perpanjangan, brand pemilik gadget harus meningkatkan total investasinya sebesar 30 persen.

    Kewajiban TKDN untuk merek HP sudah berlaku sejak 2015. Apple saat itu menyatakan komitmen untuk berinvestas senilai US$ 44 juta yang pada saat itu setara dengan Rp 600 miliar dan diberikan TKDN 30 persen.

    Produk terbaru yang diedarkan Apple di Indonesia adalah iPhone 15, yang diedarkan di RI dengan TKDN 35 persen. Artinya, total nilai investasi yang telah dikucurkan Apple di Indonesia sudah melampaui Rp 1 triliun.

    Tahun ini, Apple sudah 9 tahun menggunakan skema pengembangan inovasi untuk menghindar dari kewajiban merakit iPhone di Indonesia. Pada 2025, Apple harus melakukan perpanjangan ketiga dan menambah investasi lagi jika ingin bisa tetap menjual iPhone.

    Jika menggunakan investasi awal Apple yang bernilai US$ 44 juta dan asumsi bahwa Apple harus menambah investasi sebesar 30 persen setiap 3 tahun, pada 2025 total investasi Apple di Indonesia harus melampaui US$ 96,69 juta atau setara dengan Rp 1,55 triliun.

    Saat menemani Presiden Jokowi menerima CEO Apple Tim Cook, Agus menyatakan bahwa total komitmen investasi Apple untuk mendirikan Apple Developer Academy di Indonesia telah melampaui Rp 1,6 triliun.



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.