Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan RI Butuh Satelit Satria-1 Diungkap Ahli Telekomunikasi
    Insight News

    Alasan RI Butuh Satelit Satria-1 Diungkap Ahli Telekomunikasi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2023Updated:28 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Hari ini, Kamis (28/12/2023), Presiden Jokowi akan meresmikan 4.988 BTS 4G di daerah 3T. Namun masih ada 630 lokasi lagi yang belum selesai.

    Untuk sisa wilayah yang belum selesai, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengatakan penggunaan satelit seperti Satria bisa jadi solusi. Sebab teknologi itu bisa menjangkau wilayah yang jauh lebih luas lagi.

    “Satria bisa langsung mengcover semua. Tinggal kebutuhan masyarakat tercukupi atau tidak yang ada di satelit,” kata Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot, ditemui di Jakarta, Rabu (27/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menjelaskan BTS hanya bisa menjangkau lokasi tertentu saja. Jadi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat harus membangun banyak BTS.

    Namun satelit dapat digunakan untuk wilayah luas dengan penduduk yang jarang. Khusus untuk penggunaan broadband harus menggunakan teknologi high throughput, seperti yang ada pada Satria.

    Untuk negara sebesar Indonesia tidak bisa hanya menggunakan satu teknologi untuk memperluas jaringan internet. Jadi tidak hanya dengan BTS, namun dikombinasikan dengan teknologi lain termasuk satelit.

    “Untuk Indonesia solusi last mile hampir dipastikan tidak bisa dengan hanya satu teknologi. Sehingga kombinasi dari beberapa teknologi,” jelasnya.

    “Di kota dengan fixed broadband, kota lebih besar fixed dengan mobile, fixed wireless access ada seluler. Ada yang lebih susah jadi dengan pendekatan satelit,” kata Sigit menambahkan.

    Saat ditanya apakah Satria sudah mencukupi, dia mengaku tak tahu mendetail. Namun Indonesia memang sudah seharusnya menggunakan satelit untuk teknologi internet.

    “Kalau secara perspektif puluhan teknologi negara sebesar Indonesia tidak masuk akal kalau tidak pake satelit. Ada segmen yang harus pakai satelit,” pungkasnya.


    Artikel Selanjutnya


    Bupati Lapor Susah Sinyal, Menkominfo Puji Habis-habisan


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.