Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Gen Z Minggat dari Facebook: Bosan, Sesat, Negatif
    Insight News

    Alasan Gen Z Minggat dari Facebook: Bosan, Sesat, Negatif

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Agustus 2022Updated:12 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Facebook kerap dikaitkan dengan penggunanya yang berusia tua. Ini juga tercermin dalam sebuah studi dari Pew Research Center, Facebook ditinggal pengguna internet dari gen Z.

    Hasil studi tersebut menyebutkan usia 13-17 tahun hanya menyumbang 32% dari seluruh pengguna raksasa media sosial itu. Angka ini jelas berbeda dengan capaian Facebook yang pernah sangat dicintai anak muda. Survei sebelumnya dari 2014-2015 pengguna usia tersebut sebanyak 71%, mengalahkan Instagram dan Snapchat.

    Para remaja itu, menurut seorang pembuat konten gen Z, Jules Terpak, tidak lagi menemukan nilai di Facebook. Saat ini banyak media sosial yang tidak perlu lagi mengelompokkan orang dalam hubungan mereka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sekarang ada lebih dari lima platform media sosial yang diposisikan dengan kuat untuk di-scrolling tanpa henti dan tidak berkelanjutan untuk pikiran kita mengelompokkan atau memprioritaskan hubungan kita dengan mereka semua,” kata Terpak, dikutip dari Tech Crunch, Jumat (12/8/2022).

    “Demi waktu dan kewarasan, orang harus menghilangkan platform yang telah kekurangan insentif nilai tambah”.


    Menurutnya, Facebook tidak menawarkan banyak nilai untuk mereka yang masuk pada gen Z. “Budaya yang ditanamkan oleh rata-rata pengguna Facebook sangat terputus dari apa yang menarik Gen Z ke platform saat ini, alih-alih memancarkan energi email spam”.

    Tahun 2013, ada 77% anak muda yang menggunakan Facebook tapi mereka berpikir negatif soal platform tersebut. Laporan Pew mengatakan Facebook dinilai sebagai utilitas dan kewajiban.

    Temuan Pew ini sejalan dengan laporan internal Facebook. Dari dokumen yang dibocorkan pelaporan Franes Haugen, awal tahun 2021 ditemukan pengguna remaja di aplikasi anklok 13% dari 2019. Kemungkinan angkanya akan terus menurun hingga 45% dalam dua tahun lagi.

    “Sebagian besar orang dewasa muda menganggap Facebook sebagai tempat bagi orang berusia 40-an dan 50-an,” ungkap dokumen itu yang diperoleh The Verge. “Orang dewasa muda menganggap konten sebagai hal yang membosankan, menyesatkan dan negatif”.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Proyek Metaverse Bikin Induk Facebook Rugi Rp43 Triliun

    (npb)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.