Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Akuisisi Startup Jual Beli HP Bekas RI, Unicorn Yakin Profit
    Insight News

    Akuisisi Startup Jual Beli HP Bekas RI, Unicorn Yakin Profit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2023Updated:1 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Platform jual beli barang bekas, Carousell, yakin bisa mencapai profit dalam waktu dekat. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini gencar mencaplok perusahaan di negara tetangga termasuk Laku6 di Indonesia.

    Dalam wawancara dengan CNBC International, Carousell menyatakan rugi perusahaan diproyeksi terpangkas “sehat” sepanjang tahun ini.

    “Tahun ini, kami mengharapkan pertumbuhan pendapatan yang sehat. Saya rasa ini adalah tanda yang menjanjikan, kami tambah sehat dengan mengurangi kerugian kami tahun ini,” kata Quek Siu Rui, CEO Carousell.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Carousell sedang agresif memperluas bisnisnya ke negara-negara tetangga. Di Singapura, Carousell mencaplok perusahaan fesyen tangan kedua yaitu Refash. Perusahaan ecommerce gadget bekas di Indonesia, Laku6, juga diakuisisi.

    “Kami percaya kita bisa menciptakan pertumbuhan yang sehat dengan strategi recommerce ini,” kata Quek. “Kami punya modal yang cukup untuk mengeksekusi strategi ini.”

    Pada 2019, Carousell melakukan aksi merger dengan 701Search milik Telenor, perusahaan pemilik ecommerce Mudah di Malaysia, Chợ Tốt di Vietnam, dan OneKyat di Myanmar. Pada tahun yang sama, OLX Philippines dicaplok.

    Carousell juga merupakan pemilik platform jual beli mobil bernama OneShift yang diakuisisi pada 2018 dan marketplace sepatu koleksi bernama Ox Street yang dikuasai pada 2021.

    Pada 2022, Carousell melaporkan lonjakan pendapatan 67 persen menjadi US$ 82,5 juta. Namun, kenaikan pendapatan dibarengi dengan rugi yang makin dalam 57 persen.

    Bisnis utama Carousell, yang berdiri pada 2012, adalah platform klasifikasi online tempat warga Singapura menjual barang bekas.

    (dem/dem)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.