Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AI Bisa Bawa Malapetaka, PBB Sampai Bikin Pertemuan Khusus
    Insight News

    AI Bisa Bawa Malapetaka, PBB Sampai Bikin Pertemuan Khusus

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2023Updated:18 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan mengadakan diskusi formal tentang kecerdasan buatan (AI). Pertemuan tersebut akan digelar di New York, Amerika Serikat (AS).

    Inisiatif ini diajukan Inggris yang sedang berupaya memimpin penggodokan regulasi AI global. Inggris ini para elit global ‘duduk bareng’ membahas dampak AI terhadap perdamaian dan keamanan global. 

    Mengutip Reuters, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly akan memimpin diskusi pada Selasa pekan depan. Pemerintah di seluruh dunia juga sedang mempertimbangkan cara mengurangi petensi bahaya teknologi AI.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak mengatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan teknologi AI. Bahkan, Inggris bakal menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi (KTT/summit) pada akhir tahun ini untuk membahas koordinasi internasional guna mengatasi risiko AI.

    Sunak juga menyetujui usulan CEO OpenAI Sam Altman untuk membentuk lembaga internasional dalam mengawasi AI. Menurut Altman, dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi erat antar pemangku kebijakan di seluruh dunia untuk mewujudkan lembaga tersebut.

    Ia mengatakan pola dan metode lembaga khusus itu bisa mencontoh IAEA, yakni lembaga pengawasan energi nuklir. Pasalnya, Altman menganggap AI serupa dengan nuklir. Keduanya membawa banyak manfaat, tetapi bisa berdampak fatal jika disalahgunakan.

    Menanggapi saran tersebut, Sekjen PBB Antonio Guterres buka suara. Menurut dia, peringatan dari Altman dan beberapa eksekutif teknologi lainnya perlu direspons dengan serius.

    “Sudah banyak masukan soal risiko pengembangan teknologi AI dalam bentuk baru, yakni AI generatif. Alarm paling keras datang dari pihak-pihak yang mengembangkannya,” kata dia, dikutip dari Reuters.

    “Kita semua harus menanggapi peringatan itu dengan serius,” ia menambahkan.

    Ia mengumumkan rencana untuk mulai menggenjot pengawasan global terhadap AI mulai akhir tahun ini. Salah satunya dengan membentuk badan penasihat AI tingkat tinggi yang secara rutin meninjau aturan soal tata kelola AI.


    Artikel Selanjutnya


    Kiamat Dokter Makin Nyata Gegara ChatGPT, Cek Bukti Terbaru!

    (fab/fab)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.