Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»8 Startup RI yang Banjir Uang di 2022, Nomor Satu Rp 8,7 T
    Insight News

    8 Startup RI yang Banjir Uang di 2022, Nomor Satu Rp 8,7 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Desember 2022Updated:31 Desember 2022Tidak ada komentar5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Di tengah seretnya pendanaan pada startup di tahun ini, ternyata masih banyak yang mendapat suntikan modal dari para investor.

    Setidaknya ada 8 startup Indonesia yang panen modal tahun ini. Bahkan nilainya cukup besar, mendekati angka puluhan triliun rupiah. Siapa saja mereka? Berikut selengkapnya.

    1. DANA




    Foto: Aplikasi “Dana” yang merupakan salah satu produk fintech di Indonesia hadir di Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta (23/9). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

    Pada Agustus lalu DANA mendapatkan pendanaan dari Sinar Mas dan Lazada Group. Nilai kesepakatan investasi Sinar Mas ke DANA mencapai US$250 juta (sekitar Rp 3,7 triliun). Sedangkan nilai investasi Lazada tidak dipublikasikan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    DANA menargetkan pertumbuhan dua kali lipat dalam total volume pembayaran atau nilai transaksi bruto pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021

    “Kami yakin bahwa kekuatan platform teknologi keuangan DANA akan memberikan banyak nilai strategis kepada investor berharga kami,” ungkap CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara, dalam keterangan tertulis beberapa waktu yang lalu.

    Namun, data yang dipublikasikan oleh CB Insights menyatakan total nilai kesepakatan pendanaan seri A DANA adalah US$554,5 juta atau sekitar Rp 8,7 triliun. Suntikan modal tersebut memberikan dana status unicorn dengan valuasi sekitar US$1,13 miliar.

    2. Akulaku




    Dok AkulakuFoto: Dok Akulaku

    Akulaku menjadi startup fintech yang cukup banyak mendapat pendanaan tahun ini. Terhitung dua kali dalam setahun mereka menerima suntikan dana dengan jumlah fantastis, yakni dari Siam Commercial Bank Plc, dan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).

    Suntikan dana dari Siam Commercial Bank datang awal tahun ini, dengan total pendanaan baru sebesar US$ 100 juta atau setara dengan Rp 1,5 triliun.

    Sementara dana dari MUFG baru saja diberikan. Akulaku mendapat pendanaan sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,1 triliun bank terbesar di Jepang itu.

    Ini adalah bagian dari investasi strategis. Akulaku dan MUFG berencana untuk berekspansi ke pasar dan produk baru bersama-sama pada tahun 2023.

    3. Xendit




    Co-fouder XenditFoto: dok Xendit

    Xendit merupakan startup fintech yang bergerak di segmen pembayaran. Mereka telah menyandang status unicorn pada akhir 2021. Tebaru, pada Mei 2022, Xendit mengumumkan merampungkan pendanaan seri D senilai US$300 juta (Rp 4,3 triliun).

    Pendanaan itu dipimpin oleh Coatue dan Insight Partners, dengan investasi tambahan dari Accel, Tiger Global, Kleiner Perkins, East Ventures, Amasia, Intudo, dan Goat Capital milik Justin Kan. Sepanjang perjalanannya, Xendit telah mengumpulkan dana US$538 juta (Rp 7,8 triliun).

    4. Traveloka




    FILE PHOTO: An employee of Traveloka works at the company's headquarters in Jakarta, Indonesia, August 2, 2017. REUTERS/Beawiharta/File PhotoFoto: REUTERS/Beawiharta

    Beberapa waktu yang lalu Traveloka mengumumkan pengumpulan dana mencapai US$300 juta atau Rp 4,5 triliun. Pendanaan itu berasal dari Indonesia Investment Authority (INA), BlackRock (melalui dana kredit privat yang dikelolanya), Allianz Global Investors (melalui dana yang dikelolanya), Orion Capital Asia (melalui dana dan akun yang dikelolanya), dan lembaga keuangan global terkemuka lainnya.

    Selain itu, Traveloka juga mendapatkan investor baru dari Thailand. Pada 26 juli 2022, Traveloka menandatangani kesepakatan dengan PTT Oil and Retail Business Public Company (OR). OR yang merupakan ritel BUMN Migas itu berinvestasi lewat PTTOR International Holdings (Singapore) Pte. Ltd.

    5. Sayurbox




    Amanda Susanti, CEO & Co Founder, Rama Notowidigdido, CTO & Co Founder, Metha Trisnawati, COO & Co Founder (Ist Sayurbox)Foto: Amanda Susanti, CEO & Co Founder, Rama Notowidigdido, CTO & Co Founder, Metha Trisnawati, COO & Co Founder (Ist Sayurbox)

    Maret lalu, Sayurbox meraih pendanaan Seri C senilai lebih dari US$ 120 juta atau lebih dari Rp1,7 triliun. Pendanaan ini dipimpin oleh Northstar dan Alpha JWC Ventures, dengan partisipasi dari International Finance Corporation (IFC).

    Investor Sayurbox sebelumnya, yakni Astra, Syngenta Group Ventures, serta Global Brain, dan beberapa investor lainnya juga turut berpartisipasi dalam pendanaan ini.

    Pendanaan baru ini akan digunakan untuk mempercepat penetrasi layanan Sayurbox di kota-kota baru seperti Bandung dan beberapa kota lainnya, serta memperluas rantai pasokan end-to-end Sayurbox secara nasional.

    6. Modalku

    Fintech Modalku atau Funding Societies, memperoleh investasi US$144 juta (sekitar Rp2 triliun) dalam putaran pendanaan Seri C+ pada Februari tahun ini.

    Pendanaan kali ini dipimpin oleh Softbank Vision 2, dengan investor baru, antara lain VNG Corporation yang merupakan perusahaan teknologi raksasa dari Vietnam, Rapyd Ventures, investor global berbasis di Asia, EDBI; Indies Capital, K3 Ventures, dan Ascend Vietnam Ventures.

    7. Fazz

    Fazz, yang sebelumnya dikenal sebagai Fazz Financial Group, September lalu mengumumkan investasi senilai US$100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun dalam pendanaan Seri C.

    Pendanaan ini terdiri atas ekuitas senilai US$75 juta, yang meliputi investasi dari investor terdahulu seperti Tiger Global, DST Investment, B Capital, Insignia Ventures Partners dan ACE & Company.

    Investor lain yang turut berpartisipasi dalam pendanaan ini meliputi Ilham Ltd, EDBI, InterVest, Michael Seibel Managing Director dari Y Combinator dan Hans Tung Managing Partner dari GGV Capital.

    8. Flip

    Startup fintech asal Depok, Flip, mengumumkan penutupan kedua ronde pendanaan Seri B mereka pada bulan Juni. Lanjutan putaran ini membawa total modal Seri B yang dihimpun Flip melampaui US$100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

    Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Tencent, dengan partisipasi dari Block Inc. (sebelumnya Square Inc.) dan investor terdahulu seperti Insight Partners. Block Inc., adalah perusahaan blockchain yang didirikan dan dipimpin oleh Jack Dorsey, pendiri dan mantan CEO Twitter.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    150 Investor Startup Global Kumpul di Bali, Ada Apa?

    (dem/dem)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.