Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»8 Hal yang Diturunkan dari Ibu ke Anak, Termasuk Kecerdasan
    Inspiring You

    8 Hal yang Diturunkan dari Ibu ke Anak, Termasuk Kecerdasan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Juli 2023Updated:24 Juli 2023Tidak ada komentar5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjelang kelahiran anak, sebagian orang tua mulai menebak-nebak apa saja warisan genetik (gen) yang diturunkan dari orang tua kepada anak. Gen adalah materi genetik yang terdiri atas sepenggal DNA dan menentukan sifat individu.

    Mengutip dari Very Well Family, penampilan dan sifat anak adalah hasil dari jumlah gen orang tua yang menyatu. Ketika gen orang tua bersatu, beberapa akan menguat dan melemah. Dengan demikian, sejumlah penampilan dan sifat anak akan mirip salah satu orang tuanya.

    Pada sejumlah anak, gen dari sisi ibu akan lebih dominan. Akibatnya, sifat dan penampilan pun akan lebih cenderung mirip ibu. Lantas, apa saja hal yang diwariskan ibu kepada anak? Berikut daftarnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Penyakit Mitokondria

    Melansir dari Medicine Net, penyakit mitokondria adalah gangguan keturunan kronis yang terjadi ketika DNA mitokondria mengalami cacat atau mutasi.

    Penyakit mitokondria dapat muncul pada segala usia, tetapi biasanya muncul sejak lahir dan dapat mempengaruhi hampir setiap organ dalam tubuh, termasuk otak, saraf, otot, ginjal, jantung, hati, mata, telinga, dan pankreas.

    Ada sejumlah gangguan lain yang dapat menyebabkan tidak berfungsinya mitokondria sekunder dan berdampak pada penyakit lain, seperti:

    – Penyakit Alzheimer

    – Distrofi otot

    – Penyakit Lou Gehrig

    – Diabetes

    – Kanker

    Sekitar 1 dari setiap 5.000 orang dilaporkan mengalami gangguan mitokondria turunan. Namun, hingga saat ini penyakit mitokondria sering kali didiagnosis secara keliru karena beragamnya gejala dan organ yang terlibat.

    2. Kondisi Mata

    Kondisi mata adalah salah satu kondisi genetik yang bisa diwarisi anak dari ibu. Ada beberapa kondisi yang diturunkan dari ibu ke anak, seperti miopia patologis dan buta warna.

    Menurut studi, penglihatan dan struktur mata anak diwariskan dari ibu. Jika ibu memiliki miopia pada usia muda, kemungkinan anak juga akan memiliki penglihatan lemah dan risiko ambliopia yang lebih tinggi.

    Selain miopia patologis, buta warna ternyata juga diturunkan dari gen ibu. Buta warna adalah ciri yang berkaitan erat dengan kromosom X. Meskipun dapat dialami semua orang, buta warna lebih banyak dialami oleh anak laki-laki. Sebab, gen penyebab buta warna dipicu oleh kromosom X.

    3. Penampilan Fisik

    Penampilan fisik anak, seperti warna rambut, tekstur rambut, garis rambut, dan warna kulit adalah contoh fitur tubuh yang diwariskan dari gen ibu kepada anak. Selain itu, pelebaran pembuluh darah vena atau varises juga dimiliki anak dari ibu.

    4. Waktu Menstruasi dan Menopause

    Melansir dari Daily Mail, para ilmuwan menemukan bahwa usia ibu ketika mengalami menstruasi pertama berpengaruh sangat besar pada usia perdana anak mengalami menstruasi.

    Para ilmuwan di Institute of Cancer Research (ICR), sebuah perguruan tinggi di Universitas London, menemukan bahwa usia perdana menstruasi seorang perempuan secara signifikan terkait dengan usia para kerabatnya, termasuk ibu, kakak perempuan, nenek, atau bibi.

    Peneliti ICR, Danielle Morris, mengungkapkan bahwa usia ketika ibu atau kakak perempuan mulai menstruasi adalah ‘petunjuk paling kuat’ tentang kapan seorang anak akan mulai menstruasi.

    “Pengaruh yang dimiliki oleh bibi dari pihak ayah adalah hal yang tidak terduga, tetapi menunjukkan bahwa ada sesuatu yang terjadi secara genetik yang belum bisa kita jelaskan,” ujar Morris, dikutip Senin (24/7/2023).

    5. Kecerdasan

    Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychology Spot pada 1994 menemukan bahwa gen kecerdasan anak berkaitan erat dengan kromosom X, yakni kromosom utama perempuan.

    Mengutip dari The Independent, jumlah kromosom X perempuan yang lebih banyak daripada laki-laki lebih mungkin mewariskan gen kecerdasan kepada anak-anak mereka.

    Meskipun demikian, para ilmuwan meyakini bahwa gen bukanlah satu-satunya penentu kecerdasan. Menurut para ilmuwan, hanya 40 hingga 60 persen kecerdasan yang bersifat turun-temurun, sedangkan sisanya tergantung pada lingkungan sekitar.

    Dalam hal lingkungan, peneliti menemukan bahwa ibu memainkan peran yang sangat signifikan dalam kecerdasan non-genetik. bahkan, sejumlah penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

    6. Pola Tidur

    Studi yang dipublikasikan Sleep Medicine menemukan bahwa kebiasaan tidur ibu akan berpengaruh pada kebiasaan tidur anak.

    “Hasil penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak dari ibu yang mengalami insomnia cenderung tidur lebih larut, mendapatkan waktu tidur yang lebih sedikit, dan menghabiskan waktu yang lebih sedikit untuk tidur nyenyak.,” tulis studi tersebut.

    “Tidak ada hubungan antara masalah tidur ayah dan masalah tidur anak-anak mereka,” lanjut laporan studi.

    7. Penuaan

    Studi telah menunjukkan bahwa jika sel kulit dan DNA ibu mengalami mutasi atau kerusakan akibat sinar matahari, mutasi DNA mitokondria ini dapat diturunkan.

    Menurut penelitian yang dipimpin oleh Nils-Göran Larsson di Institut Max Planck untuk Biologi Penuaan di Cologne, penuaan tidak hanya ditentukan oleh akumulasi kerusakan DNA yang terjadi selama hidup, tetapi juga oleh kerusakan yang kita peroleh dari ibu.

    “Ini menunjukkan bahwa kondisi dan kerusakan yang terjadi pada mitokondria di dalam sel kulit ibu kita dapat berdampak pada proses penuaan pada keturunannya,” ulis laporan Larsson.

    8. Kesehatan mental

    Melansir dari Family Education, penelitian telah menunjukkan bahwa faktor keturunan berperan dalam kesehatan mental anak. Meskipun begitu, tidak dapat disimpulkan bahwa depresi disebabkan oleh satu gen tunggal.

    Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami depresi, orang tersebut kemungkinan memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi untuk mengalami depresi dibandingkan dengan orang-orang lainnya.

    Sebuah penelitian pada2016 yang menganalisis 35 keluarga menemukan bahwa depresi lebih cenderung diturunkan dari ibu ke anak perempuan dibandingkan dari ayah ke anak perempuan, atau dari ayah ke anak laki-laki.

    Namun, belum dapat dipastikan apakah hal ini disebabkan oleh pewarisan gen dari ibu atau karena faktor-faktor lain.

    Sementara, penelitian lain pada 2010 menunjukkan bahwa anak-anak yang ibunya memiliki mutasi gen terkait dengan berkurangnya produksi serotonin lebih mungkin mengalami gangguan mental ADHD. Menurut penelitian tersebut, kekurangan serotonin pada ibu selama kehamilan mempengaruhi perkembangan bayi.



    Artikel Selanjutnya


    10 Tips Ajarkan Anak Puasa Ramadan untuk Pertama Kali

    (hsy/hsy)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.