Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»7800 Karyawan IBM Diganti Robot AI, Ini Profesi yang Lenyap
    Insight News

    7800 Karyawan IBM Diganti Robot AI, Ini Profesi yang Lenyap

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2023Updated:2 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – IBM, raksasa komputasi internasional asal AS, menyetop perekrutan untuk divisi ‘belakang layar’ alias yang tak berhadapan langsung dengan pelanggan.

    CEO IBM Arvind Krishna mengatakan mereka akan mengganti karyawan di bagian tersebut dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

    Pemangkasan tersebut akan berdampak pada peran yang tidak berhubungan dengan pelanggan, seperti bagian sumber daya manusia, sebuah divisi yang mencakup sekitar 26.000 pekerja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Saya dapat dengan mudah melihat 30% dari itu digantikan oleh AI dan otomatisasi selama periode 5 tahun,” kata Krishna kepada Bloomberg.

    Angka yang disebut oleh Krishna mewakili sekitar 7.800 karyawan. Sementara orang-orang yang saat ini ada dalam peran ini tidak akan dipecat.

    Juru bicara IBM mengatakan bahwa peran apa pun yang dikosongkan oleh AI tidak akan diisi.

    Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa perusahaan yang mempekerjakan sekitar 260.000 orang itu telah mengumumkan PHK awal tahun ini, sebesar 1,5% dari tenaga kerjanya.

    Seorang juru bicara IBM mengatakan tidak ada ‘jeda’ perekrutan yang menyeluruh.

    “IBM sengaja dan bijaksana dalam perekrutan kami dengan fokus pada peran yang menghasilkan pendapatan, dan kami sangat selektif saat mengisi pekerjaan yang tidak secara langsung menyentuh klien atau teknologi kami. Kami secara aktif membuka lowongan untuk ribuan posisi saat ini,” kata dia dikutip dari Business Insider, Selasa (2/5/2023).

    Dalam beberapa bulan terakhir, karena kemampuan AI seperti ChatGPT telah berkembang secara pesat, para ahli telah memperingatkan dampak potensial terhadap pasar tenaga kerja.

    Industri teknologi, media, dan hukum termasuk yang paling mungkin terkena dampaknya.


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.