Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»5 Venture Capital Indonesia Pemilik Saham Startup Unicorn
    Insight News

    5 Venture Capital Indonesia Pemilik Saham Startup Unicorn

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Juli 2022Updated:28 Juli 2022Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hadirnya perusahaan rintisan atau startup menjadi peluang tersendiri bagi investor untuk berinvestasi. Para investor terus mengucurkan modal bagi beragam startup, terutama yang bervaluasi di atas US$ 1 miliar atau disebut unicorn.

    Di luar negeri, bisnis venture capital sudah berusia puluhan tahun. Perusahaan modal venturea seperti Sequoia sudah punya rekam jejak panjang, bahkan terlibat dalam pendanaan awal ke startup yang kini sudah jadi raksasa teknologi seperti Apple dan Google.

    Sequoia juga terlibat sejak awal di perusahaan teknologi besar seperti AirBNBdan Stripe, serta perusahaan yang sudah diakuisisi raksasa, seperti WhatsApp dan YouTube.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Soal ukuran dana kelolaan, ada nama SoftBank dengan Vision Fund yang dicetuskan Masayoshi Son. Bermodal jumbo, SoftBank mendanai Uber dan WeWork.

    Kemudian, dalam beberapa tahun terakhir ada Tiger Global Management yang agresif mengoleksi saham unicorn, termasuk Grab dan ByteDance. 

    Di Indonesia, juga ada venture capital (VC) yang punya banyak portofolio unicorn. 

    Kebanyakan memodali startup sejak tahap awal, sebelum startup tersebut mencuri perhatian investor global yang punya kantong lebih dalam.

    1. East Ventures

    East Ventures memiliki deretan portofolio yang cukup beragam. VC ini mengklaim sebagai perintis aktivitas investasi modal ventura startup di Indonesia. 

    Berdiri sejak 2009, East Ventures kini melakukan investasi multi-tahap, termasuk di tahap terawal (seed) dan pertumbuhan dan telah memiliki saham di 200 perusahaan di Asia Tenggara dan Jepang. Namun, fokus utama perusahaan adalah startup yang didirikan atau memiliki pasar utama di Indonesia.




    Foto: Dok Tokopedia

    East Ventures adalah investor institusi pertama di dua unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia dan Traveloka. Selain itu, East Ventures adalah investor awal di Xendit sejak mereka mulai beroperasi pada 2015. Perusahaan lain yang menerima dana East Ventures adalah Waresix, Stockbit/Bibit, Mekari, dan KoinWorks.

    2. Alpha JWC Ventures

    Alpha JWC merupakan perusahaan modal ventura tahap awal hingga pertumbuhan Asia Tenggara yang memulai debutnya di Indonesia pada 2016. VC ini melakukan dana tahap awal dengan 57 perusahaan portofolio aktif dan mengelola dana senilai US$ 650 juta.




    AjaibFoto: Dok: Ajaib

    Kopi Kenangan dan Ajaib adalah perusahaan portofolio Alpha yang saat ini menyandang status startup unicorn. Mereka juga menanamkan modal di startup ternama lainnya seperti Kredivo, Mangkokku, Bobobox dan BenihBaik.

    3. Intudo Ventures

    Intudo Ventures adalah perusahaan modal ventura independen khusus Indonesia. VC ini berinvestasi di perusahaan lokal Indonesia dengan besaran investasi US$1 juta-US$20 juta.

    Tesis utama investasi Intudo Ventures adalah mendukung profesional asal Indonesia yang berkarier atau sekolah di negeri lain, yang kemudian memutuskan untuk merintis bisnis di tanah air. Para founder ini disebut sebagai Sea Turtle.

    Perusahaan berstatus unicorn yang sahamnya dimiliki oleh Intudo adalah Xendit. Mereka juga merupakan investor dari Halodoc, PasarPolis, dan TaniHub, yang kerap dikelompokkan sebagai soonicorn (startup yang valuasinya mendekati unicorn).

    4. Mandiri Capital

    Mandiri Capital Indonesia (MCI) adalah anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak di bidang Corporate Venture Capital (CVC) yang melakukan investasi dan kolaborasi dengan perusahaan teknologi.




    Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/4/2022).. (dok. GoTo)Foto: Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/4/2022).. (dok. GoTo)

    MCI berfokus pada pembiayaan kepada teknologi finansial dengan target menjembatani perusahaan teknologi pada Bank Mandiri.

    MCI menanamkan modal pada startup kenamaan tanah air seperti GoTo dan Bukalapak. Selain itu ada nama startup bervalusi besar seperti Investree, Koin Works dan Amartha.

    5. MDI Ventures

    MDI Ventures pada perusahaan rintisan tahap awal dan menengah di kawasan Asia Tenggara dan global. Perusahaan ini bertujuan untuk memaksimalkan nilai portofolio VC di Telkom Group, memberdayakan pertumbuhan kewirausahaan digital dan membantu membangun ekosistem startup di kawasan tersebut.




    ArunaFoto: Aruna

    Perusahaan unicorn yang sahamnya dimiliki oleh MDI Ventures adalah CodaPay dan NIUM. Nama-nama startup seperti Aruna, Sicepat, Privyid, Zenius dan Alodokter juga masuk dalam portofolio MDI. Selain itu, MDI Ventures telah membawa Run System dari bisnis rintisan menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya di perdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

     

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Data Pendanaan Startup Indonesia Bulan April dan Mei 2022

    (dem/dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.