Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»YouTuber dan TikToker RI Ditipu, Wishnutama Bongkar Faktanya
    Insight News

    YouTuber dan TikToker RI Ditipu, Wishnutama Bongkar Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 November 2023Updated:27 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – YouTuber dan TikToker yang makin bertambah tidak menguntungkan perekonomian Indonesia. Pihak yang untung besar hanyalah para paltform media sosial.

    Wishutama, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyampaikan fakta itu juga ditambah dengan kerugian berpotensi berada di tangan masyarakat Indonesia. Karena pendapatan iklan setiap kreator justru menyusut karena jumlah pesaing yang terus bertambah.

    Di sisi lain, belanja iklan digital stagnan karena tidak tercipta aktivitas ekonomi baru.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Banyak yang datang kita, bilang bagus, karena mereka sudah punya jutaan konten kreator. Itu hanya buat konten kreator baru, dia yang untung, pembaginya makin banyak. Sizenya tetep sama, digital adex [iklan digital] cuma segitu,” kata Wishnutama.

    Bukan hanya terkait kreator, hal serupa juga terjadi pada sektor e-commerce. Penambahan UMKM yang berada di platform digital juga nyatanya tidak berdampak besar pada perekonomian.

    Sebab yang terjadi sebenarnya adalah hanya perpindahan ekonomi yang tadinya berada di offline, sekarang berada di online. Wishnutama menjelaskan tidak ada ekonomi baru yang tercipta.

    “Bertambah jualan di platform e-commerce tidak menciptakan ekonomi baru. Adanya pembagi baru, karena size [ekonomi] tidak lebih besar,” katanya.

    Jadi, menurutnya, konsep untuk mendorong perekonomian digital tidak tepat. Ada cara lain untuk bisa menciptakan ekonomi baru, yakni dengan memanfaatkan teknologi serta platform digital.

    “[Jangan] yang mendapatkan manfaat malah asing padahal kesempatannya, terus ke depan, pertumbuhan ekonomi digital sangat eksponensial,” kata Wishnutama.

    Data perekonomian digital Indonesia juga didominasi asing. Satu-satunya yang masih dikuasai penuh pemain lokal adalah ekonomi digital sektor keuangan.

    Sementara penguasaan asing paling tinggi adalah sektor media dan iklan, hanya 35% dari Rp 88 triliun untuk pemain lokasi. Sementara 44% pasar e-commerce dari Rp 877 triliun dimanfaatkan lokal.



    Artikel Selanjutnya


    RI Jadi Rebutan, Ini Pesan Menkominfo ke Google-TikTok Cs


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.