Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»XL Axiata Sebut Jaringan 5G Mahal, Minta Ini ke Pemerintah
    Insight News

    XL Axiata Sebut Jaringan 5G Mahal, Minta Ini ke Pemerintah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Oktober 2023Updated:9 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – XL Axiata buka suara soal insentif 5G yang rencananya diberikan pemerintah. Sebelumnya, Kementerian Kominfo berencana memberikan insentif pada industri telekomunikasi untuk mengoptimalkan adopsi jaringan cepat tersebut.

    Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menjelaskan jaringan 5G memerlukan spektrum bandwidth lebar. Namun, jika masih memiliki konsep yang ditawarkan 3G dan 4G, biayanya akan sangat mahal.

    “Untuk 5G itu butuh bandwidth yang besar, jadi kalau license fee-nya masih seperti sekarang itu pasti mahal banget,” kata Dian ditemui Syukuran Anniversary XL Axiata 27th, di Jakarta, Senin (9/10/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia mencontohkan harga yang sama pada tender 2,1 Ghz untuk 5 Mhz senilai Rp 600 miliar.

    “Kebayang enggak sih, terakhir tender 2,1 GHz untuk 5 Mhz itu harganya di atas Rp 600 miliar, kalau 50 MHz dihitung sama, itu harganya mau berapa,” ucapnya.

    Dia berharap pemerintah bisa menerapkan struktur harga spektrum yang lebih kondusif untuk operator. Selain itu, ada juga pilihan untuk BHP (Biaya Hak Penggunaan) bisa dibayarkan secara bertahap atau dicicil.

    Cara itu dilakukan karena penetrasi 5G tidak bisa langsung digunakan oleh banyak orang. Dian memperkirakan adopsi 5G baru di atas 30% pada 2027 mendatang.

    Selain itu, masih ada masalah dari perangkat yang mendukung 5G. HP yang ada sekarang harganya masih sangat mahal dan penggunaannya masih di bawah 5%.

    “Misalnya bayar pay as you grow makin banyak utilisasi supaya spektrum fee bisa meningkat. Tapi di awal harusnya rendah, karena tadi, adopsi 5G kita memperkirakan baru di atas 30 persen di tahun 2027, jadi masih lama gitu,” jelas Dian.



    Artikel Selanjutnya


    Warga RI Pakai 5G Buat Nonton TikTok dan YouTube

    (npb/npb)


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.